SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Menindaklanjuti program Sekolah Rakyat yang rencananya akan dibangun pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, optimistis mampu menekan angka kemiskinan yang berada di lahan kosong seluas sekitar sembilan hektare di Desa Siliwung, Kecamatan Panji sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengungkap dengan hadirnya Sekolah Rakyat di Situbondo akan mampu menekan angka kemiskinan yang ditargetkan turun menjadi sembilan persen pada tahun 2029 mendatang. Menurutnya, indikator untuk menekan angka kemiskinan salah satunya adalah melalui Sekolah Rakyat.
"Pembangunan Sekolah Rakyat sudah ada titik terang, dan Insya Allah tahun ini mulai dibangun. Karena anak putus sekolah akan kami sekolahkan di Sekolah Rakyat dan termasuk siswa yang tidak mampu secara ekonomi juga bisa sekolah di Sekolah Rakyat," ujarnya, Rabu (20/05/2026)
DIketahui, angka putus sekolah di Situbondo saat ini mencapai 5.828 anak dan dari angka tersebut menjadi salah satu penyumbang tingginya angka kemiskinan di Kota Santri itu, yang saat ini mencapai 11,17 persen.
"Kemiskinan ekstrem juga masih ada, nantinya siswa yang sekolah di Sekolah Rakyat kami prioritaskan bagi mereka yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," kata Rio.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo Viskanto Adi Prabowo menyampaikan lahan kosong untuk pembangunan Sekolah Rakyat sebelumnya telah disurvei dan disetujui oleh tim dari Kementerian Sosial (Kemensos). "Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem yang masih tinggi di Situbondo," kata Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo. st-02/dsy
Editor : Redaksi