Perkuat Perempuan Daerah, Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan Program PaPeDa

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Jakarta – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui gerakan pemberdayaan perempuan berbasis teknologi SheHacks meluncurkan inisiatif baru bertajuk Pandu Perempuan Daerah (PaPeDa). 

Program ini dirancang untuk memperluas dampak SheHacks dengan menyasar pemberdayaan perempuan di daerah yang menjadi penggerak komunitas lokal.

Baca juga: Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

PaPeDa menghadirkan pendampingan dan pelatihan berbasis teknologi agar perempuan daerah mampu menciptakan solusi yang relevan bagi komunitasnya. 

Program ini terdiri atas sesi online, bootcamp offline satu hari bagi 15 peserta terpilih, serta pendampingan berkelanjutan secara daring untuk mengimplementasikan proyek percontohan di daerah masing-masing.

PaPeDa merupakan hasil kolaborasi IOH bersama UN Women dan Kumpul.id dalam menyeleksi dan membina perempuan daerah yang memiliki potensi besar namun terbatas aksesnya. 

Para peserta dibekali keterampilan perencanaan, storytelling, hingga pengukuran dampak dan pelaporan untuk mengeksekusi mini SheHacks di wilayahnya.

Baca juga: Perkuat Jaringan Nasional, Trafik Data Indosat Tumbuh Double Digit Selama Nataru 2025–2026

“Komitmen Indosat dalam memberdayakan masyarakat Indonesia tidak hanya berfokus di perkotaan, tetapi juga diperluas hingga ke daerah. Melalui PaPeDa, kami ingin memastikan perempuan daerah mendapatkan akses setara untuk mengembangkan potensi mereka,” ujar Irsyad Sahroni, Director and Chief Human Resource Officer IOH.

Sementara itu, Head of Programme UN Women Indonesia, Dwi Faiz, menyebut kerja sama dengan IOH telah terjalin lebih dari lima tahun. Menurutnya, PaPeDa menjadi langkah signifikan memperkuat ketangguhan komunitas perempuan di daerah. 

“Kami yakin para pemimpin komunitas perempuan yang terlibat akan menjadi penggerak perubahan yang lebih luas,” ujarnya.

Baca juga: Hadapi Libur Akhir Tahun, Indosat Optimalkan Jaringan dan 5G di Jawa Timur

Selama dua bulan, program PaPeDa akan menyeleksi peserta dari 86 pemimpin komunitas perempuan hingga menyisakan Top 30, Top 15, lalu Top 8. Delapan peserta terbaik akan mendapatkan pelatihan lanjutan tentang pitching dan mempresentasikan hasil mini pilot project mereka. 

Para finalis akan menerima Sertifikasi PaPeDa (Basic Certification) serta berhak menyelenggarakan mini SheHacks berdurasi satu hari di komunitas masing-masing.

“PaPeDa hanyalah langkah awal bagi para peserta. Kami percaya, dengan pembekalan yang tepat, perempuan dapat semakin berdaya dan berkontribusi mendorong kemajuan,” tutup Irsyad. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru