SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka mengatasi problem sosial di Ponorogo yang bakal diurai dari akar rumput, Bupati Sugiri Sancoko mencetuskan program Desa Hebat sebagai gerakan kolektif menuntaskan persoalan masyarakat.
Program ini bukan lomba antar desa. Namun, penilaiannya berbasis fakta lapangan, bukan sekadar dokumen. Ada sembilan parameter yang jadi tolok ukur. Mulai pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, pembangunan infrastruktur, hingga inovasi digital. Bupati juga menekankan pentingnya gotong royong.
Baca juga: Dorong Produktivitas Petani, Pemkab Ponorogo Salurkan Alsintan ke 44 Poktan
“Desa Hebat itu bukan lomba. Semua harus dilihat dari realita, bukan asal bapak senang. Desa Hebat tidak ada kebohongan, tidak ada kepalsuan. Misalnya di Desa A, ada kemiskinan ekstrem, maka harus ditangani bersama-sama dengan Baznas, LazisNU, LazisMU, dan pihak lain,” tegas Kang Giri, sapaan bupati, Minggu (05/10/2025).
Baca juga: Resmi, Pemkab Ponorogo Buka Lelang 6 Jabatan Eselon II
Sementara itu, Kepala Bapperida Ponorogo Agus Sugiharto menambahkan, Desa Hebat diharapkan mampu menciptakan desa yang maju di berbagai aspek. Tidak hanya dari pendapatan, tetapi juga tata kelola pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.
Baca juga: Pemkab Ponorogo Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Mayoritas Roda Dua Tahun 1990-2010
“Jika Desa Hebat bisa diwujudkan, maka masyarakat Ponorogo akan lebih sejahtera,” pungkas Agus. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu