SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Rivian, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, dipastikan akan mengubah desain pegangan pintu pada model terbaru R2, menyusul kritik terhadap sistem pegangan pintu berteknologi tinggi yang dinilai berisiko dalam situasi darurat.
Pasalnya, pegangan pintu Rivian R2 saat ini dianggap tidak ramah pengguna. Untuk membuka pintu belakang, penumpang harus melepas panel terlebih dahulu lalu menarik kabel mekanik.
Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi
Selain itu, desain ini dinilai menyulitkan, terutama ketika penumpang berada dalam kondisi panik atau darurat. Menanggapi hal itu, Rivian menegaskan komitmennya terhadap keselamatan, Senin (06/10/2025).
Sehingga, mencuat sejumlah kasus tragis yang melibatkan kendaraan Tesla, di mana penumpang dilaporkan terjebak dalam mobil terbakar akibat mekanisme pintu yang rumit. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran publik terhadap fitur keselamatan pada mobil listrik modern.
Baca juga: Motor Listrik Tanah Air 'ALVA' Kampanyekan 'Tenang Menuju Kemenangan' Jelang Ramadan
Direktur Eksekutif Center for Auto Safety, Michael Brooks, menilai pemerintah perlu menetapkan standar universal terkait mekanisme evakuasi darurat kendaraan. Ia juga menegaskan tanpa aturan jelas, konsumen akan terus dibebani untuk mempelajari cara keluar dari setiap mobil dengan sistem berbeda. Sebelumnya, Tesla sedang merancang ulang sistem pembuka pintu darurat pada mobil-mobilnya.
Masalah ini ternyata tidak hanya terjadi dalam kondisi kecelakaan. Menurut investigasi yang diluncurkan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), berdasarkan laporan keluhan pemilik, beberapa pengguna Tesla bahkan harus memecahkan kaca mobil mereka sendiri.
Baca juga: Hanya dalam 3 Hari, Honda Prelude Seharga Nyaris 1 Miliar Ludes Terjual
Dalam investigasi terpisah, menemukan adanya 140 insiden di mana orang terjebak di dalam mobil Tesla akibat masalah pada gagang pintu. Beberapa di antaranya bahkan mengakibatkan cedera mengerikan. Sehingga, saat ini pihak perusahaan tengah mempertimbangkan untuk menggabungkan mekanisme pembuka pintu manual dan elektronik. jk-03/dsy
Editor : Desy Ayu