Pasca Pembersihan Longsor, Akses Jalan Selingkar Wilis Tulungagung-Trenggalek Dibuka Kembali

surabayapagi.com
Salah seorang pemotor melintasi jalan terdampak longsor pasca normalisasi di ruas jalan Desa Kradinan, Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sempat ditutup akibat diterjang material longsor, kini akses jalan penghubung antara Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek melalui jalur Selingkar Wilis di ruas Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, telah dibuka kembali.

Namun, dibukanya kembali akses jalan tersebut hanya untuk kendaraan roda dua  setelah material longsor berhasil dibersihkan secara bertahap. Pasalnya, pembersihan material longsor baru mencapai sekitar 50 persen hingga Senin pagi kemarin.

Baca juga: Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total

"Sekarang sudah bisa dilalui untuk roda dua," ujar Kasi Trantib Kecamatan Pagerwojo Yasrianto, Selasa (04/11/2025).

Lebih lanjut, upaya pembersihan itu baru bisa optimal dilakukan sejak pagi hari setelah alat berat tiba dan dikerahkan ke lokasi yang longsor pada Sabtu (01/11/2025) malam. Forpimcam Pagerwojo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah turun ke lokasi untuk memantau kondisi dan mendatangkan alat berat sebagai prioritas normalisasi jalan.

Baca juga: Sebelum Lebaran 2026, Pemkab Tulungagung Targetkan Perbaikan Jalan Rusak Rampung

Petugas juga memperingatkan pengguna jalan agar tetap berhati-hati, terutama saat hujan atau malam hari, karena lereng yang longsor masih menunjukkan keretakan dan potensi susulan.

"Kami imbau masyarakat untuk sementara memilih jalur alternatif dan tidak memaksakan diri melintas jika kondisi tidak aman," ujar Kapolsek Pagerwojo AKP Guruh Yudhi Setiawan.

Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas

Diketahui sebelumnya, longsor yang sempat terjadi di tebing di sisi jalan Selingkar Wilis tersebut, tepat di samping SDN 2 Kradinan, dan sempat memutus total akses kendaraan roda dua maupun roda empat sepanjang sekitar 50–100 meter dengan ketebalan material 50–80 cm.

Sehingga menindaklanjuti bencana tersebut, Pemkab komitmen menargetkan pemulihan penuh dengan pembukaan untuk semua kendaraan dalam beberapa hari mendatang sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap longsor susulan di jalur perbukitan. tl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru