SurabayaPagi, Sidoarjo - Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, JCI Srikandi bersama PT. UPPcycle Sustainindo Perkasa (USP) dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) turun langsung ke lapangan untuk menghadirkan layanan kesehatan dan edukasi bagi para pemulung di kawasan TPA Ngipik, Gresik, dan TPA Jabon, Sidoarjo.
Kegiatan yang digelar pada 23–24 Oktober 2025 dan didukung oleh Beiersdorf, ini menjadi wujud nyata kepedulian lintas lembaga dalam membawa harapan, pengetahuan, dan perubahan bagi masyarakat yang jarang tersentuh layanan medis.
Baca juga: JCI Srikandi Gelar Srikandi Soiree Malam Perayaan dan Inaugurasi Kepemimpinan 2025
Selama dua hari pelaksanaan, program “Women in Circularity” ini tak hanya memberikan layanan medis gratis, tetapi juga menjadi langkah awal menuju keberlanjutan dalam pemberdayaan masyarakat di kawasan TPA.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari perubahan nyata, di mana para pemulung tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga kesempatan untuk hidup lebih layak dan berdaya,” ungkap Hillary Liem, selaku Project Director sekaligus 2025 Vice President JCI Srikandi.
Tim medis dan relawan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga TPA, meliputi cek gula darah, asam urat, kolesterol dan tes Hepatitis B. Hasilnya langsung dijelaskan oleh dokter, disertai konsultasi dan pemberian obat sesuai kebutuhan peserta.
“Banyak dari mereka belum pernah melakukan pemeriksaan rutin, sehingga kegiatan seperti ini penting untuk mendeteksi dini risiko penyakit dan memberikan edukasi kesehatan dasar,” ujar dr. Kevin Samsudin dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Selain pemeriksaan medis, para dokter dan mahasiswa UKWMS juga memberikan edukasi tentang pentingnya vaksin Hepatitis B dan Tetanus. Melalui sesi tanya jawab yang hangat, para pemulung diajak memahami bahwa vaksinasi membantu melindungi diri, keluarga dan masa depan mereka.
Program ini merupakan bagian dari proyek besar yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar TPA.
Selain aspek kesehatan, proyek ini juga akan mencakup pembangunan infrastruktur, pendidikan bagi anak-anak, serta pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UMKM) agar komunitas dapat berdiri lebih kuat secara mandiri.
Baca juga: Jalin Sinergi Internasional, JCI Srikandi Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Pemberdayaan Wanita
“Pesan dari para pemulung sangat jelas mereka tidak ingin bantuan yang datang lalu hilang, tapi pendampingan yang berkelanjutan. Itu juga menjadi komitmen kami di USP, untuk terus menghadirkan program yang bisa tumbuh bersama masyarakat TPA,” ujar Boby Setiawan, Direktur Utama PT. UPPcycle Sustainindo Perkasa.
Sebagai organisasi yang digerakkan oleh para perempuan, JCI Srikandi juga membawa pesan penting: “women supporting women.”
Catherine Wijaya, 2025 Local President JCI Srikandi menuturkan, dirinya percaya, ketika perempuan saling mendukung, perubahan besar bisa terjadi.
"Di sini kami melihat bagaimana para ibu di komunitas TPA menjadi sumber kekuatan bagi keluarganya dan bersama, kita bisa membuat mereka semakin berdaya," katanya.
Hal ini juga didukung oleh Pak Boby, yang menekankan pentingnya peran perempuan, baik sebagai relawan maupun sebagai ibu di komunitas TPA, sebagai kunci kekuatan keluarga dan perubahan sosial.
Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat diperluas ke wilayah lain di Indonesia, sehingga semakin banyak perempuan dan keluarga yang dapat merasakan dampak positifnya.
Melalui kegiatan ini, perempuan saling menguatkan: perempuan yang berdaya, memberdayakan perempuan lainnya.
Kegiatan di TPA Gresik dan Sidoarjo hanyalah awal dari perjalanan panjang. Harapannya, semangat ini dapat terus berlanjut ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Dengan niat tulus dan kerja sama lintas sektor, JCI Srikandi, PT USP, dan UKWMS percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Byb
Editor : Redaksi