Fraksi PDIP Jatim Sebut Pendapatan Sektor Wisata Perlu digarap Serius

Reporter : Riko Abdiono

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyusun grand design pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu strategi konkret untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Usulan ini disampaikan oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, yang menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ekonomi daerah apabila dikelola secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.

Baca juga: DPRD Jatim Soroti Anggaran Misi Dagang Luar Negeri Rp2,48 Miliar Tak Sejalan Instruksi Gubernur Khofifah

Menurut Guntur, penguatan PAD dari sektor pariwisata tidak bisa dilepaskan dari sinergi dengan sektor kebudayaan. Keduanya, kata dia, harus berjalan beriringan dan saling memperkuat.

“Sektor pariwisata di Jawa Timur tidak bisa lepas dari budaya. Dua hal ini harus bekerja sama dengan baik. Dampaknya, wisata yang baik adalah wisata yang diminati wisatawan, baik domestik maupun luar negeri,” ungkap Guntur, Kamis (13/11).

Baca juga: Khawatir Melanggar Aturan, Musyafak Rouf Stop Program Sowan DPRD Jatim

Anggota Fraksi Komisi C DPRD Jatim tersebut menegaskan, pariwisata yang berkembang tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga akan menggerakkan ekonomi rakyat di sekitarnya. Melalui tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aktivitas ekonomi lokal akan semakin menggeliat, membuka lapangan kerja baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dari sini UMKM pun akan tumbuh dan menggeliat, termasuk masyarakat akan semakin sejahtera. Begitu pula dari sisi retribusi daerah, kontribusinya akan meningkat,” tambahnya.

Baca juga: Ketemu Kepala Dinas, Komisi E DPRD Jatim Ingin Tinjau Langsung 4.920 Lulusan SMK yang Kerja di Luar Negeri

Lebih lanjut, Guntur menjelaskan bahwa dalam grand design pariwisata yang diusulkan, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu menjadi perhatian utama pemerintah. Pertama, pembenahan infrastruktur di kawasan wisata agar destinasi tidak hanya menjadi “objek” semata, melainkan benar-benar memiliki nilai tambah dan kenyamanan bagi wisatawan.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru