Deteksi Dini Kanker Serviks, Pemkot Madiun Fasilitasi Skrining Gratis di Sejumlah Puskesmas

surabayapagi.com
Ilustrasi. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes dan PPKB) Kota Madiun, Jawa Timur memfasilitasi layanan deteksi dini kanker serviks. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana setempat menggelar pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di sejumlah puskesmas secara gratis.

Pemeriksaan tersebut merupakan salah satu fasilitas dan layanan kesehatan gratis melalui skrining kanker serviks seperti pemeriksaan HPV DNA, Pap Smear, dan IVA, salah satunya di Puskesmas Ngegong.

Baca juga: Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Diketahui, deteksi dini kanker serviks tersebut menyasar wanita usia subur atau produktif, yakni di kisaran 30 tahun sampai 50 tahun. Dan tiga jenis pemeriksaan tersebut sangat penting untuk mendeteksi kanker leher rahim lebih awal, sebelum muncul gejala.

"Kegiatan ini menyasar 89 peserta dan digelar selama dua hari dengan pembagian sekitar 30–40 peserta per hari. Untuk tahap awal ini kami menyasar ke kader posyandu dan tenaga kesehatan di Puskesmas Ngegong," ujar Penanggung jawab pelaksanaan HPV DNA sekaligus bidan Puskesmas Ngegong, Dinkes PPKB Kota Madiun Tatik Hidayah, Rabu (19/11/2025).

"Kalau ditemukan kelainan, nanti langsung kami tindak lanjuti dengan rujukan. Dari sekitar 20 persen sasaran yang sudah diperiksa hari ini, belum ada hasil IVA yang positif, tetapi kami menemukan dua kasus polip yang akan dirujuk," imbuhnya.

Baca juga: Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Madiun Percepat Perlindungan BPJS-TK untuk 11 Ribu Pekerja

Lebih lanjut, pihaknya  menambahkan bahwa pemeriksaan HPV DNA dan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) diberikan secara gratis tanpa perlu BPJS Kesehatan. Namun, untuk Pap Smear memang harus menggunakan BPJS Kesehatan karena bekerja sama dengan pihak luar.

Sementara itu, karena kuota terbatas, skrining tahap pertama ini diprioritaskan bagi kader dan tenaga kesehatan. Namun demikian, masyarakat umum tetap berkesempatan mengikuti pemeriksaan pada periode berikutnya.

Baca juga: Alokasikan Rp400 Juta, Pemkot Madiun Optimalkan Penataan Taman Hutan Kota

Diketahui, Pemkot Madiun melalui Dinkes memiliki target 10 persen dari wanita usia subur harus dilakukan pemeriksaan IVA tiap tahunnya. Sehingga pada tahun depan peluangnya masih besar bagi yang belum ikut.

Pihaknya juga berharap dengan pemeriksaan deteksi dini tersebut, temuan kasus yang mengarah ke kanker serviks dapat segera ditindaklanjuti, sehingga meningkatkan peluang harapan untuk sembuh. md-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru