Usaha Jual Rumput Online di Sidoarjo Raup Cuan hingga Berbagai Daerah Nusantara

surabayapagi.com
Salah seorang pekerja saat memproses pakan rumput untuk dijual secara online di berbagai daerah nusantara. SP/ SDA

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Baru-baru ini ada yang unik dari usaha menjual rumput pakan ternak secara online, dan bahkan kini meraup pelanggan dari berbagai daerah. Pasalnya, aktivitas mencari rumput atau ngarit selama ini identik dengan rutinitas harian para peternak dna dianggap pekerjaan biasa. 

Meningkatnya permintaan akan pakan ternak secara online tersebut melihat, kebutuhan pakan kini ternyata tak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga dan waktu mereka.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

Salah satunya, Yulianto, seorang warga Tulangan, Sidoarjo, berhasil menangkap peluang usaha penjualan rumput atau suket melalui platform daring atau online dan kini meraup pelanggan dari berbagai daerah di Nusantara.

Lebih lanjut, menurutnya, usaha ini berawal dari pengalaman pribadi saat ia mengelola lahan yang semula ia siapkan untuk stok pakan kambing. Melihat potensi tersebut, ia bersama kerabatnya memutuskan untuk menanam rumput di lahan kosong miliknya. Tidak disangka, langkah sederhana itu membuka peluang bisnis yang kini berkembang pesat.

"Awalnya lahan itu mau saya gunakan untuk stok pakan saja. Tapi ternyata terlalu luas, dan kambing saya tidak akan mampu menghabiskan semua rumputnya," ujar Yulianto, Minggu (30/11/2025).

Baca juga: Sedekah Bumi, Pemdes Pilang Gelar Pengajian Umum di Masjid Baitul Mutaqiin

Sementara itu, untuk rumput yang dijual pun tidak sembarangan, yaitu berjenis rumput gajah potongan panjang (odot) dan rumput potongan pendek (biovitas). Melalui penjualan daring, harga rumput dibanderol Rp 5.000 per kilogram, sementara secara offline hanya Rp 2.000 per kilogram.

Kini, peminatnya sangat banyak. Mulai dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Blitar, Sidoarjo, sampai Surabaya. Sementara, banyaknya pembeli pakan tersebut untuk kambing, yang kedua kelinci, hingga pet shop. Dirinya lebih banyak mendapat permintaan besar dari peternak kelinci dan toko hewan. 

Baca juga: Lestarikan Sedekah Bumi, Warga Bogempinggir Gelar Ritual Larung Sesaji

Menurutnya, pakan premium untuk kelinci terutama jenis impor atau yang digunakan untuk kontes membutuhkan kualitas rumput yang baik. Meski permintaan terus meningkat, dirinya mengaku belum bisa memenuhi order dalam jumlah besar, terutama untuk permintaan 1-2 ton dari luar kota seperti Lamongan, Gresik, dan Jombang. Yulianto berencana memproduksi pakan pelet untuk kebutuhan kambing, sapi, hingga kelinci.

Lebih lanjut, saat ini, omzet usaha Yulianto masih berada di bawah Rp 5 juta per bulan. Namun ia optimistis dapat meningkatkan pendapatan hingga Rp 20 juta setelah memperluas kapasitas penyimpanan dan produksi. sd-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru