SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan gabungan Dongfeng dan Nissan sukses nampaknya menunjukkan tren positif. Tampak, perusahaan tersebut berhasil memproduksi unit ke-50.000 dalam kurun waktu 227 hari. Bahkan, fasilitas produksi utama dari perusahaan patungan Dongfeng-Nissan, dengan volume produksi tahunan puncak mencapai 600.000 unit.
Mobil yang dinamai N7 tersebut keluar dari fasilitas pabrik yang di Guangzhou dan hadir dengan dimensi panjang 4.930 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.487 mm dengan jarak sumbu rodanya mencapai 2.915 mm. Berkat bentuk bodi yang ramping, N7 memiliki koefisien hambatan udara sebesar 0,208 Cd.
Baca juga: Daya Saing Ekspor Mobil Indonesia Capai Level Tertinggi, Tembus 93 Negara
Model Nissan N7 memiliki dua pilihan powertrain. Model entry-level menggunakan baterai LFP 58 kWh dari Sunwoda. Baterai ini mengirimkan daya ke satu motor listrik di poros depan dengan daya 160 kW (215 hp), dengan jangkauannya berkisar antara 510 – 540 km.
Baca juga: Jadi Puncak Mobilitas Tahunan, Teknologi Tukar Baterai Mobil Listrik Dikuasai China
Sementara itu, untuk varian powertrain kedua menawarkan baterai LFP 73 kWh dari pemasok yang sama. Baterai ini memberi daya pada motor listrik 200 kW (268 hp) dan jangkauan CLTC adalah 625 km.
Diketahui, Dongfeng-Nissan berencana akan mengekspor mobil listriknya ke Asia Tenggara, Timur Tengah, dan wilayah lain mulai tahun 2026 dalam arti bakal siap membidik pasar internasional, Minggu (14/12/2025).
Baca juga: Volvo Recall Global 40.323 Unit EX30 Gegara Baterai Bermasalah Memicu Kebakaran
Langkah ini mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan Jepang tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, untuk model N7 digadang-gadang menjadi yang terdepan. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu