SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Organisasi bisa berdaya manakalah kemandirian ekonomi berjalan. Untuk mewujudkan itu, Ansor Paciran ajak anggota dan warga Paciran untuk mengubah sampah menjadi berkah, dengan membuat Bank Sampah Ansor (BSA).
Komitmen itu disampaikan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Paciran masa khidmat 2025-2028, yang resmi dilantik di Pondok Pesantren Raudlatut Darajat, Banjarwati, Paciran, Lamongan, Minggu (21/12/2025).
Baca juga: Sepanjang Tahun 2025, KPAI Sebut Perundungan di Sekolah Tembus 37,5 Persen
Ketua PAC GP Ansor Paciran, Habib Nawawi, mengungkapkan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah menggerakkan seluruh potensi di tingkat akar rumput. Dengan total 21 ranting yang tersebar di 17 Kel/Desa. Ia optimis program BSA akan menjadi motor penggerak ekonomi organisasi.
"Tujuan BSA ini adalah mengembangkan Ansor Mandiri. Kami ingin organisasi menjalankan roda perekonomian secara nyata. Dengan pengelolaan sampah yang benar, kita bisa menciptakan kas yang melimpah ruah untuk menjalankan kegiatan organisasi ke depan," ujarnya usai prosesi pelantikan.
Hingga saat ini, lanjut Habib, program BSA telah berjalan di 6 ranting dengan dukungan personel yang solid. Ia merinci bahwa terdapat 10 personel inti di tingkat PAC dan 5 personel di setiap ranting yang bertugas sebagai eksekutor di lapangan.
Ke depan, PAC GP Ansor Paciran tidak hanya menyasar pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga berencana bersinergi dengan lembaga pendidikan dan instansi kemasyarakatan untuk menjadi instruktur serta pemateri dalam pelatihan lingkungan di tingkat desa.
Baca juga: Dua Kali Berkirim Surat ke Pol PP Tak Ditanggapi, LBH Pilar Kasih Keadilan Siapkan Gugatan
"Harapan saya, sahabat-sahabat yang baru dilantik tetap menjaga komunikasi dan koordinasi. Kita harus bersinergi demi kemajuan Paciran di masa depan," katanya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan, Gus Syahrul Munir, memberikan apresiasi atas keberlanjutan program yang telah digagas sejak periode sebelumnya. Menurutnya, letak geografis Paciran yang berada di kawasan industri Pantura menuntut peran aktif pemuda dalam menjaga ekologi.
"Pantura ini penuh dengan industri. Amanat kita bersama adalah tentang kebersihan dan tata kelola lingkungan. Ansor sebagai garda terdepan NU harus terpanggil jiwanya dan turut andil dalam menyelesaikan persoalan sampah ini," tegas Gus Syahrul.
Baca juga: Gen Z Warnai Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Lamongan
Ia juga menekankan prinsip Al-Akhdzu bil Jadid Al-Ashlah, yakni meneruskan prestasi yang sudah ada dan memperbaikinya dengan inovasi-inovasi baru yang lebih maslahat bagi masyarakat luas.
"Teruskan prestasi-prestasinya, kegiatan-kegiatan ini akan semakin lebih baik, al-ashlah tsummal ashlah. Lebih baik lagi dengan terinspirasi oleh beberapa teman-teman yang sudah melakukan pemikiran, gerakan, dan lain sebagainya. Itu harapan kami semuanya untuk kepengurusan baru," jelasnya.
Turut hadir dalam pelantikan ini diantaranya jajaran pengurus dan pembina PAC GP Ansor Paciran, PC GP Ansor Lamongan, serta pimpinan MWCNU Paciran, Forkopimcam, Perwakilan Pemkab Lamongan, CCIP, Kabid pengelolaan sampah limbah B3 serta Pemuda Muhammadiyah. Sejumlah Banom NU lainnya juga tampak hadir, seperti Banser, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU IPPNU, serta Pagar Nusa Kecamatan Paciran. jir
Editor : Moch Ilham