SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menyikapi kasus penularan penyakit ‘super flu’ atau varian influenza A H3N2 subclade K yang sudah menyebar di Jawa Timur (Jatim), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, mulai memperketat protokol kesehatan dengan mengingatkan masyarakat untuk disiplin terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Heri Setyana, pola pencegahan dan penanganan super flu pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan kasus influenza musiman maupun penyakit saluran pernapasan lainnya.
Baca juga: Pemkab Lumajang Sediakan Rumah Singgah Gratis Bagi Pasien Rujukan ke Surabaya
Secara umum super flu memiliki gejala seperti flu biasa, di antaranya demam tinggi, pusing, batuk, dan nyeri otot. Namun, pada sejumlah kasus, memang terasa lebih berat, memiliki masa pemulihan lebih lama karena hal itu tergantung pada kondisi imunitas masing-masing individu.
"Prinsipnya sama seperti saat penanganan penyakit menular, termasuk pengalaman pada masa COVID-19, yakni disiplin protokol kesehatan, seperti memakai masker ketika sakit, rajin mencuci tangan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Heri, Rabu (07/01/2026).
Baca juga: Vaksinasi Haji di Surabaya Capai 98 Persen, Ditarget Tuntas Sebelum Keberangkatan ke Tanah Suci
Selain prokes, pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta menjaga kebugaran fisik dengan olahraga.
Pasalnya, upaya tersebut dinilai efektif untuk mencegah infeksi, termasuk kemungkinan terserang varian influenza baru tersebut. Selain itu, Dinkes Kabupaten Madiun juga meminta masyarakat agar tidak panik dan tidak mengaitkan munculnya varian influenza tersebut dengan pandemi COVID-19 kedua.
Baca juga: Lewat Senam Kaki, Dinkes Kediri Beri Edukasi Penderita Diabetes Melitus
"Tidak perlu takut berlebihan atau menganggap ini sebagai COVID-19 jilid dua. Yang terpenting tetap disiplin menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala berlangsung lama atau semakin berat," katanya.
Namun, hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus super flu tersebut di wilayah Kabupaten Madiun. Sehingga masyarakat tidak perlu panik berlebihan dan tetap waspada dengan selalu menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. md-01/dsy
Editor : Redaksi