SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta Zero Accident pada Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di Stadion Utama Petrokimia Gresik, kawasan SOR Tridharma, Gresik.
Baca juga: PLN Catat Transaksi SPKLU Lebih dari 13 Ribu Kali Sepanjang Liburan Nataru
Apel Bulan K3 Nasional 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebagai Inspektur Upacara.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya penerapan K3 sebagai nilai fundamental dalam dunia kerja.
“K3 bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan nilai luhur yang menjamin hak setiap pekerja untuk pulang ke rumah dengan selamat, sekaligus menjadi pilar utama pembangunan industri yang manusiawi dan berdaya saing,” tegas Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, PLN UID Jawa Timur menerima penghargaan SMK3 serta Zero Accident Award untuk tiga unit pelaksana, yaitu UP3 Banyuwangi, UP3 Situbondo, dan UP3 Madiun.
Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi PLN UID Jawa Timur dalam menerapkan standar keselamatan kerja secara disiplin, terstruktur, dan berkelanjutan di seluruh lini operasional.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan PLN dalam menjadikan K3 sebagai budaya kerja.
Baca juga: PLN Bangun Kedekatan dengan Masyarakat melalui Program Kampung PLN Mobile
“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen seluruh insan PLN UID Jawa Timur dalam menjadikan K3 sebagai budaya kerja dan prioritas utama operasional. Kami akan terus memperkuat implementasi K3 secara konsisten demi mewujudkan ekosistem kerja yang profesional, andal, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Mustaqir menambahkan bahwa penerapan K3 di lingkungan PLN tidak hanya sebagai kewajiban regulatif, tetapi telah menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam mewujudkan operasional kelistrikan yang aman, andal, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Hal ini dilakukan melalui penguatan sistem manajemen, pelatihan rutin, audit keselamatan, serta kampanye budaya safety.
Apel Bulan K3 Nasional 2026 diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pengawas ketenagakerjaan, ASN Disnakertrans, BUMN dan BUMD, dunia usaha, komunitas K3, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, hingga mahasiswa dan asosiasi profesi.
Baca juga: Jelang Nataru, Sekjen Kementerian ESDM Apresiasi Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan PLN UID Jatim
Kegiatan juga dirangkai dengan simulasi penanggulangan keadaan darurat sebagai wujud kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi risiko kerja.
Melalui penghargaan ini, PLN UID Jawa Timur menegaskan dukungannya terhadap kebijakan nasional dalam penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3.
Ke depan, PLN UID Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan ekosistem K3 nasional yang profesional, andal, dan kolaboratif, sejalan dengan semangat Zero Harm, zero Loss dan Zero Fatality. Byb
Editor : Redaksi