SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai kali ini mengumumkan target peluncuran layanan taksi robot komersial di Las Vegas, Amerika Serikat, pada akhir tahun ini melalui Ioniq 5, seiring Hyundai kian serius terjun langsung ke bisnis layanan taksi otonom, Kamis (15/01/2026).
Dan untuk armada yang akan digunakan adalah Hyundai Ioniq 5 yang sudah dilengkapi paket teknologi lengkap mulai dari sensor, perangkat lunak, sistem AI, hingga perangkat keras yang dikembangkan bersama Hyundai. Sehingga, ambisi ini muncul di saat banyak pemain lain justru tumbang.
Baca juga: Huawei Maextro S800 Kalahkan Penjualan Porsche hingga BMW di Pasar China
Dengan langkah ini, Hyundai mencoba melakukan sesuatu yang sebelumnya membuat banyak pabrikan besar berdarah-darah dalam membangun divisi taksi otonom internal yang benar-benar berkelanjutan. Meski demikian, Hyundai memilih bermain dalam jangka panjang. Menurutnya, investasi pada otonomi bukan proyek sesaat, melainkan terkait erat dengan taruhan besar Hyundai di masa depan termasuk robot humanoid.
Dalam ajang CES, Hyundai berkomitmen pada robotika, otonomi, dan AI. Pihaknya melihat adanya dampak yang mendalam pada dunia. Dan otonomi akan hadir di dunia pertama kali melalui taksi robot. Pihaknya juga menargetkan keberadaan di lebih dari dua lusin kota pada akhir 2026.
Baca juga: Siap Dipesan, Harga Skuter Listrik Suzuki e-Access Sentuh Rp35 Jutaan
Akar perusahaan ini berasal dari dua pemain awal industri kendaraan otonom, nuTonomy dan Ottomatika, yang masing-masing berkembang dari MIT dan Carnegie Mellon pada awal 2010-an. Keduanya kemudian diakuisisi oleh Delphi, yang pernah menjadi anak perusahaan General Motors dan berganti nama menjadi Aptiv.
Setelah itu, Aptiv menjalin kemitraan dengan Hyundai dalam usaha patungan kendaraan otonom senilai 4 miliar dolar AS. Dari sinilah nama Motional muncul dan sempat mencatat lebih dari 100.000 uji coba publik melalui Uber dan Lyft, dengan harapan layanan komersial bisa menyusul pada 2022. Dan kini Motional percaya dengan pendekatan jaringan saraf, kendaraan otonom tidak perlu lagi dilatih ulang secara intensif untuk setiap kota yang menjadi target operasi.
Baca juga: BMW M3 Listrik Debut Dilengkapi Paket Baterai 100 kWh dan Quad-Motor
Meski demikian, Motional tak sepenuhnya meninggalkan pendekatan lama. Perusahaan masih menggabungkan perangkat lunak berbasis aturan yang menjadi fondasi robotika tradisional dengan model AI ujung ke ujung, demi menghadapi kasus-kasus sulit yang selama ini kerap membuat kendaraan otonom tersandung. jk-02/dsy
Editor : Redaksi