Bayan Peduli Perkuat Ekosistem Sepak Bola Putri Lewat MilkLife Soccer Challenge di Kalimantan

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Jakarta – Bayan Peduli menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025–2026 Seri 2 yang untuk pertama kalinya digelar di Kalimantan, dengan menjadikan Samarinda dan Banjarmasin sebagai kota baru.

Penambahan ini membuat MLSC kini berlangsung di 12 kota di Indonesia.

Baca juga: Dukung Talenta Muda, MilkLife Soccer Challenge Siap Lahirkan Pesepakbola Putri

MilkLife Soccer Challenge merupakan turnamen sepak bola putri kelompok usia U-8, U-10, dan U-12 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. 

Pada seri sebelumnya, ajang ini telah bergulir di sejumlah daerah, termasuk Semarang dan Tangerang sebagai kota pembuka.

Jumlah peserta MLSC menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta. Angka tersebut melonjak menjadi 10.051 peserta pada Seri 2 2024, dan kembali meningkat pada Seri 1 2025–2026 dengan total 17.492 siswi dari berbagai daerah di Indonesia.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan keberlanjutan MLSC menjadi bukti komitmen penyelenggara dalam menyediakan ruang kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi pesepak bola putri sejak usia dini.

“MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar para peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan. Konsistensi ini penting agar sepak bola putri dipandang sebagai jalur pembinaan yang serius,” ujar Teddy.

Ia menambahkan, pemilihan Samarinda dan Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa serta merespons besarnya minat dan potensi sepak bola putri di Kalimantan. 

Pada seri ini, MLSC juga diperkuat dengan bergabungnya Jacksen Ferreira Tiago sebagai Head Coach, bersama Timo Scheunemann.

“Kami melihat dampak MLSC bukan hanya pada peningkatan kualitas pemain, tetapi juga tumbuhnya ekosistem. Hadirnya Jacksen kami harapkan dapat memacu semangat dan prestasi para peserta,” lanjut Teddy.

Sementara itu, Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami, Vanessa Ingrid Pamela, menegaskan dukungan terhadap MLSC merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda melalui olahraga.

Baca juga: Debut Manis di JSSL Singapore 7’s 2025, HydroPlus Strikers dan MilkLife Shakers Raih Runner-up

“MilkLife Soccer Challenge bukan sekadar turnamen, tetapi gerakan bersama. Dampaknya terasa luas bagi atlet, sekolah, orang tua, hingga SSB dan klub di berbagai daerah. Penambahan Samarinda dan Banjarmasin membuat manfaatnya semakin meluas,” ujar Vanessa.

Dukungan di Kalimantan juga datang dari Bayan Peduli, yang menilai MLSC sejalan dengan visi penguatan olahraga dan pembinaan generasi muda, khususnya sepak bola putri. 

Bayan Peduli sebelumnya terlibat dalam sejumlah agenda olahraga nasional, di antaranya Bayan Open, ASEAN Para Games, hingga KONI–Bayan Championship.

Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen CSR Bayan Group dalam mendukung pengembangan atlet muda Indonesia.

“Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah, hingga munculnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Melalui Bayan Peduli, kami ingin memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan dengan mendukung penuh penyelenggaraan MLSC di Samarinda dan Banjarmasin,” kata Merlin.

Keberadaan MLSC juga dirasakan langsung oleh pelaku pembinaan. Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun, menyebut turnamen ini berdampak besar pada pemassalan sepak bola putri.

Baca juga: Jebolan MilkLife Soccer Challenge Wakili Indonesia di Turnamen Usia Muda Terbesar Asia

“SSB None Mude terbentuk pasca MLSC All-Stars Januari 2025 dengan 20 atlet. Kini sudah sekitar 100 atlet putri yang bergabung. Ini bukti MLSC memberi efek berantai yang nyata,” ujar Leo.

Salah satu peserta, Zilda Afna Syaqila, mengaku antusias menyambut MLSC Seri 2 2025–2026. Peraih gelar Juara MLSC Jakarta Seri 1 KU-12 sekaligus top scorer dengan 30 gol itu menjadikan turnamen ini sebagai pijakan untuk mengejar mimpi menjadi pemain tim nasional.

“MLSC membuat saya semakin mencintai sepak bola. Saya jadi lebih termotivasi berlatih dan ingin suatu hari membela timnas Indonesia,” tutur Zilda.

Selain pertandingan 7 lawan 7 untuk KU-10 dan KU-12, MLSC 2025–2026 juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU-8 serta Skill Challenge sebagai sarana pengenalan dan pengembangan kemampuan dasar. 

Program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025–2026 yang dijadwalkan berlangsung Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, dengan format baru 9 lawan 9. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru