Usai Ratusan Siswa Alami Keluhan Diare, SPPG di Tulungagung Dihentikan Sementara

surabayapagi.com
Petugas memeriksa sampel bahan baku makanan dan higienitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Moyoketen, Tulungagung. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menyusul keluhan diare yang dialami ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu, kini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kabupaten Tulungagung diminta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sementara.

Sementara itu, untuk menu MBG yang dikonsumsi pelajar pada kejadian tersebut terdiri atas nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada, dan buah semangka. Sedangkan menu MBG untuk Selasa belum sempat dibagikan karena langsung ditarik setelah muncul keluhan diare.

Baca juga: Lantik 27 Pejabat Fungsional, Bupati Gatut Ingatkan Jangan Cuma Datang Absen

"Dugaannya berasal dari menu yang dikonsumsi kemarin, karena makanan untuk hari ini belum dibagikan," ujar Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Jawa Timur Sony Welly Ahmadi, Rabu (21/01/2026).

Dan terkait penghentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Baca juga: Optimalkan Realisasi PBB-P2 Rp 42,6 Miliar di 2026, Gatut Sunu Tekankan 4 Poin Penting

"Kami menerima laporan ada 123 pelajar mengalami diare diduga setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (19/1). Hari ini kami melakukan peninjauan langsung ke sekolah dan SPPG," jelasnya.

Peninjauan lapangan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Tulungagung, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat untuk mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan higienitas dapur SPPG, sekaligus pengambilan sampel makanan.

Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SD Tulungagung Alami Pusing dan Mual

Selain 123 pelajar yang melaporkan diare, pihaknya juga menerima informasi sekitar 70 pelajar tidak masuk sekolah dengan alasan sakit.

Lebih lanjut, sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG telah meminta Dinas Kesehatan Tulungagung menyiagakan 32 puskesmas di wilayah setempat untuk menangani kemungkinan adanya pelajar yang membutuhkan perawatan lanjutan. Dan untuk hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya. Sehingga untuk sementara, operasional SPPG tersebut hentikan hingga hasil pemeriksaan keluar. tl-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru