SurabayaPagi, Sidoarjo — Pasar properti di Kabupaten Sidoarjo kembali bergerak positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dengan harga terjangkau.
Menangkap peluang tersebut, PT Wang Properti Indonesia meluncurkan produk terbarunya, Wang Residence Sukodono, dengan menghadirkan Tipe Artha yang dipasarkan di bawah Rp500 juta.
Peluncuran hunian ini ditujukan untuk menjawab permintaan pasar, khususnya kalangan urban yang membutuhkan rumah dengan konsep modern, nyaman, dan tetap sesuai daya beli.
Direktur Utama PT Wang Properti Indonesia, Hadi Prayitno, mengatakan bahwa pengembangan produk tersebut didasarkan pada riset kebutuhan konsumen di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
“Mayoritas permintaan di Sidoarjo mengarah pada hunian dengan harga di bawah Rp500 juta. Dari kebutuhan itu, kami melihat peluang dan menyesuaikan produk agar benar-benar relevan dengan pasar,” ujar Hadi saat peluncuran, Rabu (28/1/2026).
Pada tahap kedua pengembangan, Wang Residence menghadirkan Tipe Artha dengan dua pilihan luas bangunan, yakni Tipe 36 dan Tipe 48, yang berdiri di atas lahan seluas 90 meter persegi.
Produk ini melengkapi tahap pertama yang sebelumnya memasarkan Tipe 72, yang kini hampir seluruh unitnya telah terjual.
Hadi menjelaskan, pada tahap awal pengembangan, sekitar 80 unit berhasil diserap pasar.
Tingginya minat tersebut mendorong pengembang untuk menambah pasokan hunian dengan konsep yang lebih terjangkau.
“Di tahap kedua ini kami menyiapkan sekitar 100 unit. Respons pada tahap pertama menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan hunian di kawasan ini masih sangat besar,” katanya.
Meski menyasar segmen menengah ke bawah, Wang Residence tetap menonjolkan kualitas infrastruktur. Kawasan perumahan ini dilengkapi dengan jaringan listrik bawah tanah (underground), sambungan PDAM, serta infrastruktur lingkungan yang siap huni.
“Listrik underground jarang ditemui di kelas harga seperti ini. Namun kami tetap menghadirkannya sebagai nilai tambah, agar konsumen mendapatkan hunian yang lebih nyaman dan tertata,” tambah Hadi.
Optimisme pengembang juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang dinilai memberikan stimulus positif bagi sektor properti, mulai dari relaksasi likuiditas perbankan hingga insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Menurut Hadi, konsumen dapat memanfaatkan insentif PPN DTP dengan pembebasan PPN hingga 10 persen dan hanya menanggung 1 persen, selama proses serah terima dilakukan sebelum akhir tahun.
“Karena bangunan kami satu lantai, waktu pembangunan kurang dari enam bulan. Itu memungkinkan konsumen untuk memanfaatkan fasilitas PPN DTP secara maksimal,” jelasnya.
Respons pasar terhadap peluncuran Tipe Artha juga terbilang positif. Hingga saat ini, sekitar 78 calon konsumen telah memasuki proses pengajuan pembiayaan perbankan.
Sebagian besar peminat berasal dari Surabaya, yang melihat Sukodono sebagai kawasan strategis dengan harga hunian yang lebih kompetitif.
“Untuk segmen rumah di bawah Rp500 juta, angka ini cukup tinggi. Peminatnya beragam, namun memang didominasi konsumen dari Surabaya,” ungkapnya.
Dengan kombinasi harga terjangkau, infrastruktur yang matang, serta dukungan kebijakan pemerintah, Wang Residence Sukodono optimistis produk terbarunya dapat terserap pasar secara optimal.
Peluncuran Tipe Artha sekaligus mempertegas komitmen pengembang dalam menyediakan hunian layak dan berkualitas di kawasan penyangga Surabaya. Byb
Editor : Redaksi