SurabayaPagi, Probolinggo — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program “PLN Mengajar”.
Kali ini, PLN UIT JBM melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo menyambangi SMA Negeri 1 Probolinggo untuk memberikan wawasan mendalam mengenai proses penyaluran energi listrik sekaligus edukasi pemanfaatan listrik yang aman bagi masyarakat.
Baca juga: Bagikan Pupuk Kompos Gratis di Gresik, PLN UIT JBM Semarakkan Peringatan Bulan K3 Nasional
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa program PLN Mengajar merupakan bagian dari kontribusi nyata PLN dalam membangun generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, dan peduli keselamatan ketenagalistrikan.
“PLN tidak hanya berperan menyediakan listrik yang andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berbagi pengetahuan. Melalui PLN Mengajar, kami ingin menumbuhkan pemahaman sejak dini bahwa listrik adalah fondasi penting bagi kemajuan bangsa dan harus dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Ika.
Kegiatan diawali dengan sesi Motivasi Meraih Mimpi yang disampaikan oleh Manager UPT Probolinggo, Budi Santoso. Dalam pemaparannya, Budi mendorong para siswa untuk terus bersemangat menuntut ilmu dan berani bermimpi besar.
“Kehadiran PLN adalah untuk mendukung mimpi-mimpi generasi muda. Listrik yang andal menjadi penggerak utama pendidikan, inovasi, dan masa depan Indonesia,” ungkap Budi.
Apresiasi atas kegiatan ini disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Probolinggo, Drs. Mohamad Zaini, M.Pd. Ia menilai kehadiran praktisi langsung dari PLN memberikan nilai tambah bagi siswa dalam memahami dunia kerja nyata.
“Pemaparan langsung dari praktisi PLN sangat penting untuk membuka cakrawala siswa mengenai dunia kerja yang akan mereka hadapi di masa depan,” tuturnya.
Baca juga: Komitmen Lingkungan Antar PLN UIT JBM Raih Platinum Alignment IGA 2026
Sesi utama PLN Mengajar disampaikan oleh Tim UPT Probolinggo, yang membedah secara komprehensif proses penyaluran listrik, mulai dari pembangkitan hingga sampai ke rumah pelanggan.
Menariknya, para pemateri mengaitkan langsung teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik di lapangan.
Pelajaran seperti Hukum Ohm dan Hukum Kirchhoff dijelaskan sebagai dasar penting dalam operasional kelistrikan sehari-hari di PLN.
“Semua pelajaran di sekolah terimplementasi di dunia kerja. PLN bukan hanya soal teknisi kabel, tetapi membutuhkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari Teknik Elektro, IT, Akuntansi, hingga Teknik Lingkungan,” jelas Adib Dwi Arianto, salah satu pemateri dari UPT Probolinggo.
Baca juga: PLN UIT JBM Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Gelar Simulasi Tanggap Darurat
Menutup rangkaian kegiatan, PLN juga menyampaikan materi Edukasi Keamanan Ketenagalistrikan.
Ia menjelaskan bahwa listrik memiliki manfaat besar bagi kehidupan dan ketahanan nasional, namun juga menyimpan potensi bahaya jika tidak digunakan secara bijak.
Beberapa aktivitas berbahaya yang harus dihindari masyarakat antara lain bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, menebang pohon di sekitar kabel PLN, mendirikan bangunan tanpa memperhatikan jarak aman minimal dari jaringan SUTT/SUTET, serta penggunaan stop kontak secara berlebihan yang berpotensi menyebabkan panas berlebih dan kebakaran.
Melalui program PLN Mengajar ini, PLN UIT JBM berharap siswa-siswi SMAN 1 Probolinggo tidak hanya memahami teori kelistrikan, tetapi juga tumbuh menjadi agen perubahan yang peduli terhadap keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan sekitar. Byb
Editor : Redaksi