Program Edufarm Mantup Jadi Pusat Edukasi Peternakan Terpadu Lamongan

surabayapagi.com
Siswa TK mengikuti kegiatan pengenalan peternakan dalam program Edufarm di UPT Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup, Lamongan. SP/ LMG

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menjadikan Edufarm di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup sebagai pusat edukasi peternakan terpadu, yang dirancang sebagai ruang belajar terbuka yang memberikan pengalaman langsung tentang dunia peternakan, kesehatan hewan, serta pengolahan pakan.

“Edufarm menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif. Anak-anak bisa belajar langsung, bukan hanya teori di dalam kelas,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meninjau kunjungan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah di lokasi edufarm Mantup, Kamis (12/02/2026).

Baca juga: Cegah Kekerasan Anak, Pemkab Lamongan Bakal Cabut Izin ‘Daycare’ yang Langgar SOP

Pasalnya, Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar di sektor peternakan sehingga perlu diperkenalkan sejak dini kepada generasi muda agar tumbuh minat terhadap bidang tersebut. Dan melalui program itu, siswa dapat mengenal berbagai jenis ternak, cara pemeliharaan, hingga proses pengolahan pakan dan pupuk organik secara langsung.

Baca juga: Program Perintis Masih Jadi Andalan dalam Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan di Lamongan

“Dengan kegiatan edufarm, anak-anak dapat melihat langsung hewan ternak, praktik memberi pakan, serta mengenal proses pembuatan silase atau metode pengawetan pakan ternak dan pembuatan pupuk organik,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 24 siswa diperkenalkan beragam ternak seperti sapi, kambing, ayam, bebek, dan kelinci. Mereka juga diajak mengunjungi gudang pakan untuk melihat proses pencacahan rumput dan pengolahan hijauan menjadi silase atau metode pengawetan pakan ternak.

Baca juga: DPRD Lamongan Berikan Rekomendasi Konstruktif Terhadap LKPJ Bupati Lamongan 2025

Selain itu, peserta dilibatkan dalam praktik mengayak serta mengemas pupuk organik berbahan kotoran ternak, kemudian menanam bibit sayuran cabai, tomat, dan terong di polibag untuk dibawa pulang. Pihaknya berharap edufarm mampu menumbuhkan minat generasi muda pada sektor peternakan sekaligus mendukung penguatan ekonomi daerah berbasis agribisnis. lm-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru