SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat percepatan yang signifikan dalam proses penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) APBD untuk masyarakat kurang mampu.
Terbukti, di pertengaham Februari dan jelang beberapa hari mendekati bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemkot Mojokerto berhasil menggelontorkan ribuan paket bantuan sosial (bansos) yang disalurkan melalui e-warong.
Baca juga: 4.000 Lebih UMKM Mamin Kota Mojokerto Dikebut Sertifikasi Halal
Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto, dr Farida Mariana, M.Kes mengungkapkan, penyaluran BPNT APBD digulirkan mulai Jumat (13/2) lalu.
Dengan jumlah total sasaran mencapai 3.067 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pencairan untuk jatah bulan Januari dan Februari ini berlangsung dua hari, yakni tanggal 13 dan 14 Februari 2026.
”Karena jumlah KPM-nya besar maka kita salurkan selama dua hari," ungkapnya.
Baca juga: Skema BOSDA Kota Mojokerto Dirombak, Pemkot Tegaskan Untuk Ringankan Warga
Penyaluran bansos dilakukan melalui 13 e-warong yang tersebar di tiga wilayah kecamatan se-Kota Mojokerto. Untuk bulan ini, Dinsos P3A Kota Mojokerto mengalokasikan anggaran berkisar Rp 460 juta lebih.
Farida mengataan, masing-masing KPM mendapat BNPT senilai Rp 150 ribu yang dibelanjakan dalam bentuk paket beras dan telur. ”Penyalurannya di masing-masing e-warong,” tandas dia.
Baca juga: Umbul Dungo Jadi Pembuka Mojotirto Festival 2026, Simbol Persatuan dan Doa untuk Keberkahan
Dengan penyaluran BPNT tersebut, diharapkan dapat menunjang kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera jelang puasa dan
hari raya Idul fitri.
Farida menambahkan, bansos nontunai akan terus disalurkan secara rutin setiap bulan hingga Desember mendatang dengan total anggaran kurang lebih Rp 5 miliar di APBD 2026 ini. dwi
Editor : Moch Ilham