SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia meminta umat muslim yang berpuasa agar maklum saat menemukan orang yang makan di warung atau restoran saat siang hari.
"Kami kerap menciptakan peluang bisnis musiman yang menarik saat Ramadhan,usaha kuliner yang hampir selalu ramai peminat setiap tahunnya," kata Ny. Puni, warga Ngagel, yang dihubungi Rabu (18/2).
Baca juga: Ramadhan, Puasa, Mohon Ampunan Hingga Bikin Event
Kulinernya kadang dicicipi saat ditawarkan ke toko siang hari. "Menteri agama sekarang sangat toleran bermasyarakat," tambah wirausaha milenial ini.
"Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, ternyata kan nggak semua orang berpuasa. Sehingga masih memungkinkan ada fasilitas-fasilitas yang masih terus bisa dinikmati oleh orang yang tidak puasa," ungkap Romo Muhammad Syafi'i mengimbau seluruh masyarakat Indonesia bisa saling menghormati saat bulan Ramadan. Dia mengimbau agar tak ada sweeping warung makan saat puasa.
"Nggak ada, nggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa," ujar Syafi'i seusai sidang isbat penetapan 1 Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
Tak Perlu Memaksa
Dia merasa tak adil bila ada yang tak berpuasa, lalu kesulitan mencari makanan karena warung dan restoran tutup. Dalam kata lain tak perlu memaksa orang melakukan hal yang sama.
Baca juga: Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Lumajang Tembus Rp 40 Ribu per Kg
"Kan nggak mungkin gara-gara kita puasa, maka semuanya harus merasakan puasa," kata dia.
"Dalam arti yang nggak puasa pun karena keyakinan yang berbeda, harus tidak bisa makan, tidak bisa minum dan sebagainya. Tapi harus dipertimbangkan para koridor, membangun kebersamaan, membangun kekompakan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan," sambungnya.
Himbauan MUI
Baca juga: Dukung Akurasi Awal Bulan Hijriah, Lamongan Luncurkan Aplikasi Hisab Rukyat
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar umat Islam membangunkan sahur dengan cara yang baik selama Ramadan 2026. MUI mengatakan budaya membangunkan sahur harus mempertimbangkan kondisi masyarakat.
"Ya, saya mengimbau kepada masyarakat untuk terus menggunakan budaya saling membangunkan sahur. Tetapi untuk di kota-kota besar, barangkali perlu dipertimbangkan dengan kepadatan penduduk yang tidak semuanya berpuasa," ujar Wakil Ketua Umum MUI, Kiai Cholil Nafis, kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).
Dia mengimbau penggunaan pengeras suara hanya dilakukan saat dibutuhkan. Dia mengimbau penggunaan pengeras suara secara bijak. n sb1/jk/ec/rmc
Editor : Moch Ilham