Diduga Panic Buying, Warga Ngunut Tulungagung Keluhkan Kelangkaan LPG Subsidi 3 Kg

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu penjual LPG subsidi 3 Kg yang mengeluhkan kelangkaan gas kosong saat bulan puasa Ramadhan di Tulungagung. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama dua pekan lamanya, warga Tulungagung, Jawa Timur mulai mengeluhkan kelangkaan LPG bersubsidi 3 Kg di sejumlah pangkalan dan toko kelontong yang kini kehabisan stok.

Kelangkaan stok LPG melon ini diakibatkan lantaran kiriman dari agen. Pasalnya, setiap datang, dalam hitungan jam barang habis terjual. Kondisi tersebut membuat masyarakat kebingungan karena pasokan LPG sangat dibutuhkan untuk aktivitas memasak sehari-hari.

Baca juga: Larang LPG Subsidi 3 Kg Dijual ke Pelaku Usaha, Pemkab Pamekasan Tegaskan Hanya untuk Keluarga Miskin

Salah seorang warga Lingkungan 10 Desa/Kecamatan Ngunut, mengaku selama dua pekan terakhir warga di sekitar rumahnya kesulitan untuk mendapatkan gas bersubsidi. Bahkan, tak hanya di lingkungan sekitar, ia juga sempat mencari di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Blitar yang lokasinya bersebelahan juga banyak yang kosong.

Baca juga: Tulungagung Catat Tren Positif, Realisasi PAD Program Parkir Berlangganan Capai 21 Persen

"Saya cari kemana-mana banyak yang kosong, toko di sekitar rumah sampai di pangkalan juga habis. Bahkan, sama saja, menyeberang (Sungai Brantas) ke Kunir juga langka," kata Dwi, Kamis (19/02/2026).

"Kalaupun harganya naik nggak masalah, yang penting barangnya ada. Kebetulan ini tadi dapat di salah satu toko, stoknya ya tinggal satu ini. Harganya Rp 20 ribu," imbuhnya.

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Pihaknya menyebut kelangkaan gas bersubsidi tersebut menyulitkan masyarakat, terlebih saat ini memasuki bulan puasa. Sehingga, warga berharap pemerintah hingga Pertamina turun tangan terkait kelangkaan ini. Pasalnya, kelangkaan stok tersebut selalu kosong menjelang bulan puasa Ramadhan. Hal itu dipicu kondisi panic buying (menimbun gas). tl-02dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru