Demo LSM di Kantor Perhutani Kediri Nyaris Ricuh

Reporter : Duchan Prakasa

Massa Tuntut Segera Realisasikan KDMP di Kabupaten Kediri

 

Baca juga: Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri


SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Aksi damai yang digelar massa gabungan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di depan Kantor Perhutani KPH Kediri, Selasa (24/2), sempat diwarnai ketegangan. Meski demikian, aksi tersebut berakhir dengan penandatanganan komitmen dukungan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Aksi ini diikuti massa dari LSM GRIB Jaya (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu), Saroja, dan IPK (Ikatan Pemuda Kediri). Mereka menyampaikan aspirasi sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional pembangunan KDMP, sekaligus mendesak agar Perhutani memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaannya di Kabupaten Kediri.

Dalam tuntutannya, massa meminta komitmen Perhutani untuk mendukung program KDMP, mendesak transparansi publik dalam proses administrasi, serta meminta Administratur Perhutani KPH Kediri untuk bertanggung jawab atas polemik yang muncul di lapangan.

Salah satu perwakilan massa menyampaikan orasi yang menyoroti adanya surat dari pihak Perhutani kepada Kepala Desa Manggis yang dinilai menimbulkan keresahan. Massa menilai surat tersebut memicu kebingungan di tingkat desa, terlebih di tengah upaya pemerintah daerah mendorong realisasi KDMP.

Baca juga: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Menanggapi hal tersebut, Administratur Perhutani KPH Kediri, Miswanto, menyampaikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa Perhutani pada prinsipnya berkomitmen mendukung pelaksanaan KDMP dan tidak bermaksud menghambat program tersebut.

Miswanto menjelaskan, Perhutani memiliki peran dalam pengawalan perizinan sesuai kewenangan yang diatur. Ia menyebut, dari total 21 titik KDMP di wilayah KPH Kediri yang mencakup lima kabupaten, empat titik berada di Kabupaten Kediri. Dua titik di antaranya, yakni di Desa Manggis dan Sata, disebut telah berjalan, sementara dua titik lainnya masih dalam proses verifikasi dan perencanaan lapangan.

Ia juga menegaskan telah menginstruksikan jajarannya untuk tidak menghambat proses di lapangan serta meminta agar setiap kendala dilaporkan langsung kepadanya. Menurutnya, percepatan proses akan terus diupayakan dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.

Baca juga: Komisi C DPRD Kota Kediri Kunjungan di RSUD Gambiran! Berikan Dana Tambahan Rp 5 Miliar Untuk Penunjang Fasilitas Medis

“Perhutani berkomitmen mendukung seluruh program yang bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Kami hanya menjalankan peran sesuai kewenangan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Aksi yang berlangsung di depan Kantor Perhutani KPH Kediri tersebut akhirnya ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh Administratur Perhutani KPH Kediri sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KDMP. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Can

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru