Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya – PT Darma Lautan Utama (DLU) menggelar acara buka puasa bersama mitra usaha, agen, dan ekspedisi dengan mengusung tema “Tebar Kebahagiaan Dengan Silaturahmi Meraih Berkah Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah”. 

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mematangkan persiapan angkutan Lebaran 2026.

Baca juga: Setengah Abad Layani Nusantara, DLU Perkuat Armada dan Lintasan

Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Peodjono, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar ajang kebersamaan di bulan suci, tetapi juga sarana menyamakan persepsi antara perusahaan sebagai penyedia jasa transportasi laut dengan para mitra usaha.

“Selain meningkatkan ukhuwah melalui buka bersama, kami juga melakukan koordinasi untuk mempersiapkan angkutan Lebaran agar berjalan optimal,” ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21–22 Maret 2026, dengan cuti bersama pada 20, 23, dan 24 Maret 2026.

Sementara Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026 dengan cuti bersama pada 18 Maret 2026. Selain itu, kebijakan work from anywhere (WFA) diberlakukan pada 16–27 Maret 2026.

Dengan rangkaian libur panjang tersebut, masyarakat diperkirakan memiliki fleksibilitas lebih dalam menentukan jadwal perjalanan mudik. DLU berharap distribusi penumpang maupun logistik dapat lebih merata dan tidak menumpuk pada waktu tertentu.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLU mengaku telah melakukan rapat koordinasi persiapan angkutan logistik dan Lebaran lebih awal, yakni sejak 3 Desember 2025. Langkah ini dilakukan agar persiapan layanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal.

Erwin menegaskan, pihaknya terus mengoordinasikan kesiapan sumber daya manusia, jadwal operasional kapal, layanan pelanggan, hingga memastikan aspek keselamatan pelayaran berjalan sesuai standar.

Pada angkutan Lebaran 2026, DLU menyiapkan total 49 armada, terdiri atas 23 armada lintas penyeberangan, 23 armada lintas jarak jauh, dan tiga armada lintas perintisan.

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, PT DLU Bantu Penuhi Stok Darah PMI Surabaya

Sementara itu, Anggota MPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menekankan pentingnya kelancaran distribusi logistik selama masa mudik.

Menurutnya, di berbagai negara, logistik tidak boleh terhambat meskipun terjadi lonjakan arus transportasi.

“Truk logistik menopang industri nasional. Pengaturannya tinggal bagaimana membagi jalur antara kendaraan kecil, angkutan publik, dan kendaraan logistik,” ujarnya.

Direktur Keuangan PT DLU, Khoiri Soetomo, menambahkan pihaknya bersama Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) telah mengikuti sejumlah rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan terkait angkutan Lebaran.

Ia berharap penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan angkutan logistik sumbu tiga pada H-10 hingga H+10 Lebaran dapat diterapkan lebih fleksibel.

Baca juga: Hari Perhubungan Nasional, PT DLU Gelar Ziarah dan Kampanye Keselamatan Pelayaran

Menurutnya, persoalan bukan terletak pada kekurangan kapal, melainkan keterbatasan infrastruktur dermaga.

Khoiri menyebut, di lintasan Merak–Bakauheni terdapat 71 izin kapal, namun rata-rata hanya 28 kapal yang beroperasi setiap hari.

Kondisi serupa juga terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk, di mana sekitar separuh kapal harus menunggu giliran beroperasi.

“Idealnya perlu penambahan lima pasang dermaga di Ketapang. Dengan tambahan dua dermaga saja, kapasitas angkut bisa meningkat hingga 50 persen,” katanya.

DLU berharap pemerintah dapat memperkuat infrastruktur pelabuhan guna memastikan kelancaran arus mudik dan distribusi logistik, sehingga kebutuhan masyarakat selama Lebaran tetap terpenuhi tanpa hambatan. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru