SURABAYAPAGI.com, Jember - Cuaca ekstrem yang sedang melanda rata di Indonesia juga dirasakan Kabupaten Jember. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 27 titik kerusakan infrastruktur yang tersebar di tujuh kecamatan yang didominasi terdampak longsor dan pergerakan tanah lateral selama dua bulan terakhir.
Lebih lanjut, pihaknya tidak sekadar melakukan pendataan, namun telah melakukan evaluasi teknis mendalam untuk menentukan titik-titik kritis yang membutuhkan intervensi segera.
Baca juga: Akibat Hujan Deras, Dua Kelas di SD Trenggalek Diterjang Material Longsor
"Kami bergerak cepat menindaklanjuti dampak bencana yang terjadi sejak awal Januari. Seluruh infrastruktur mulai dari dinding penahan tanah (retaining wall), jembatan, hingga akses jalan lingkungan warga telah kami petakan. Fokus utama kami adalah memastikan aksesibilitas masyarakat tidak terputus," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jember, Anang Dwi Resdianto, Senin (02/03/2026).
BPBD Jember mengidentifikasi beberapa lokasi yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan memerlukan rekonstruksi permanen dalam waktu dekat. Yakni Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Dusun Sodong, Desa Kemiri, Kecamatan Panti dan Dusun Glundengan, Desa Suci.
Baca juga: Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Penghubung Dua Desa di Ngawi Putus
Sementara itu, untuk kerusakan pada dinding penahan tanah di wilayah ini dinilai sangat mendesak. Sehingga, rekonstruksi di titik ini menjadi harga mati guna mencegah isolasi wilayah dan kondisi jembatan bambu darurat yang dibangun sejak 2019 kini telah lapuk dan membahayakan keselamatan.
"Jembatan ini merupakan satu-satunya akses bagi sekitar 30 kepala keluarga. BPBD berkomitmen mengupayakan peralihan ke struktur permanen," ungkap Anang.
Baca juga: Sejumlah Bangunan di Jombang Rusak, Diterjang Fenomena Hujan Es dan Angin Kencang
Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, BPBD Jember menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat, terutama yang bermukim di daerah lereng dan rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan, serta terus memperkuat program ketahanan masyarakat agar warga mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi kerusakan infrastruktur di lingkungan mereka. jr-01/dsy
Editor : Redaksi