SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Publik di seluruh dunia diguncang serangan militer serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Sabtu. Padahal, hari Kamisnya antar Menlu AS dan Iran,masih berunding. Serangan mendadak ini mengejutkan anak manusia dari belahan dunia
Media Iran memberitakan, serangan menewaskan 115 orang dan 95 lainnya luka-luka. Media Iran melaporkan serangan AS-Israel terhadap Iran juga menyasar sekolah Hormozgan. Akibat serangan tersebut, laporan awal otoritas setempat menyatakan 40 orang guru, dan data terbaru menyebutkan korban tewas bertambah hingga 115 orang.
Baca juga: AS dan Israel Lanjut Cyber Warfare
Korban tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan sekolah perempuan di Kota Minab, Iran selatan, bertambah mencapai 148 orang.
Dilansir CNN, Minggu (1/3/2026), tim CNN melacak Sekolah Shajaba Tayyiba terletak sekitar 200 kaki (61 meter) dari pangkalan militer Iran.
Juru bicara Bulan Sabit Merah di Iran, Mojtaba Khaledi, sebanyak 555 orang tewas di seluruh Iran akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai dua hari lalu. Adapun 747 lainnya mengalami luka-luka.
Khaledi menambahkan, sebanyak 24 provinsi dari 31 provinsi di Iran telah diserang.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 85 orang tewas akibat serangan Israel yang menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, wilayah selatan Iran. BBC belum dapat memverifikasi laporan tersebut.
Korban sipil tewas dilaporkan setidaknya di tiga negara, yakni Iran, Israel, dan Uni Emirat Arab.
***
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan AS dan Israel di Teheran.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).
Anggota keluarga Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan ikut tewas dalam serangan tentara Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran. Media Iran melaporkan putri hingga cucu Khamenei tewas.
"Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kematian putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner.
AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2) kota Iran. Kompleks kediaman Khamenei di Teheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom.
"30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri," bunyi laporan jaringan Channel 12 Israel dilansir AFP.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah menyampaikan pernyataan usai Israel menyerang Iran. Netanyahu mengklaim pihaknya telah menemukan tanda-tanda Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan pada Sabtu (28/2).
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Informasi terbaru menyebut Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dilaporkan tewas dan Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas.
Apa nama yang cocok buat pejabat negara lain membinasakan petinggi suatu negara dan rakyat sipil. Apakah masuk golongan manusia barbar?
Baca juga: Trump tak Singgung Reza Pahlavi
***
Orang barbar secara historis merujuk pada kelompok manusia yang dianggap tidak beradab, asing, atau primitif oleh peradaban Yunani dan Romawi Kuno.
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani barbaros untuk menyebut non-Yunani, kemudian berkembang menjadi stereotip negatif, kasar, kejam, dan tidak manusiawi.
Menurut literasi, kata barbaros adalah onomatopeia untuk bunyi bicara asing ("bar bar bar") yang terdengar tidak jelas bagi telinga Yunani. Ini merujuk pada siapa saja yang bukan penutur bahasa Yunani atau tidak mengikuti adat istiadat mereka, seperti bangsa Persia, Mesir, dan Skitia.
Artinya, orang asing di luar batas peradaban mereka. Suku-suku yang disebut barbar antara lain Goth, Vandal, Saxon, Hun, dan Pict.
Dicatat, meskipun awalnya hanya berarti "asing", seiring waktu maknanya bergeser menjadi penanda "kekejaman" atau "kekasaran".
Kini, di era modern, istilah barbar sering digunakan untuk menggambarkan perilaku brutal, kejam, atau tindakan yang dianggap biadab/tidak beradab.
***
Baca juga: Turis di Bali dan Dubai Kebingungan, Ekses Serangan ke Iran
Nah, penilaian terhadap Donald Trump saya catat sangat terpecah. Ada sebagian kritikus menyebut kebijakannya merusak stabilitas dan melanggar hukum internasional. Di sisi lain, Trump, pernah menyebut kelompok ekstremis sebagai "penjahat barbar" dan memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang melawan keburukan, yang mencerminkan pandangan dunia yang kompleks dan seringkali konfrontatif.
Beberapa pandangan menuduh kebijakan Trump merusak stabilitas internasional, seperti di Venezuela. Banyak kritikus menyebutnya tidak bermoral.
Istilah ini berevolusi dari sekadar sebutan untuk bangsa luar (Persia, Romawi) menjadi konotasi negatif yang menggambarkan kaum yang kejam, biadab, dan tidak beradab. Maryanne Trump Barry, yang merupakan kakak perempuan Donald Trump, pernah menyebut adiknya kejam dan pembohong yang tidak punya prinsip, atau yang berarti dia tidak bisa dipercaya. Hal ini terungkap dalam rekaman rahasia yang diungkap ke publik tahun 2020.
Seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2020), rekaman rahasia itu diungkap ke publik pada Sabtu (22/8) waktu setempat. Barry yang seorang mantan hakim federal AS, mengecam kebijakan imigrasi Trump yang memisahkan anak-anak dari orang tua mereka di perbatasan dan dikirimkan ke pusat-pusat tahanan.
"Semua yang ingin dia lakukan hanyalah mengesankan basis pendukungnya," sebut Barry dalam rekaman suara yang didapatkan media terkemuka AS, The Washington Post.
Apakah ini gaya transaksional imperial, yang mengutamakan kepentingan pribadi dan AS di atas norma diplomatik klasik?. Trump menggunakan intimidasi ekonomi, tarif tinggi, dan tekanan diplomatik untuk memaksakan kehendak.
Media global menyebut Trump menggunakan tarif sebagai senjata utama,m menaikkan tarif impor terhadap China, Uni Eropa, dan Kanada untuk memaksa konsesi ekonomi. Termasuk Indonesia. Pendekatan ini berfokus pada hasil instan yang menguntungkan Amerika Serikat di bawah kepemimpinannya.
Para filsuf menyebut ciri manusia barbar secara umum dengan perilaku kasar, kejam, brutal, dan primitif, seringkali bertindak tanpa norma sosial atau sensitivitas.
Sering bertindak agresif, tidak memiliki tata krama, dan kurang sopan dalam interaksi. Apa ciri ini ada pada diri Trump? Walahualam. (radityakhadaffi@gmail.com)
Editor : Moch Ilham