SURABAYAPAGI, Madiun – Organisasi kemasyarakatan Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN) mendatangi Balai Kota Madiun untuk melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun,F Bagus Panuntun, Kamis (12/3/2026).
Baca juga: Praktisi Ungkap Lima indikator Korupsi Pengadaan, Pecah Paket Proyek Jadi Modus Lama
Dalam pertemuan tersebut, PTKN berkomitmen untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam penguatan sektor ekonomi kreatif di Kota Madiun.
Audiensi itu sekaligus menjadi momentum bagi PTKN untuk menyampaikan berbagai aktivitas organisasi yang selama ini bergerak di bidang seni budaya, olahraga, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Potensi para anggota dinilai cukup besar dan dinilai perlu mendapatkan ruang sinergi dengan program pembangunan pemerintah daerah.
Ketua Umum PTKN, Djoko Bambang Setiono yang akrab disapa Make Joka, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak sekadar membangun komunitas, tetapi juga berupaya mendorong lahirnya kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“PTKN selama ini melakukan pembinaan di berbagai bidang. Banyak potensi yang sebenarnya bisa dikembangkan bersama pemerintah daerah, terutama dalam penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Make Joka.
Dalam audiensi tersebut, PTKN juga menyampaikan rencana kegiatan pameran seni lukis yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya sekaligus mendorong geliat ekonomi kreatif di Kota Madiun.
Namun, dukungan pendanaan dari pemerintah daerah untuk kegiatan tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan mekanisme perencanaan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa pemerintah kota pada prinsipnya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya yang memiliki program pemberdayaan SDM.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memfasilitasi kegiatan masyarakat, terutama dari sisi penyediaan tempat maupun dukungan non-anggaran. Sementara dukungan finansial harus mengikuti siklus perencanaan anggaran yang telah disusun sebelumnya.
“Fokus pembangunan kita saat ini memang pada pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, kami membuka ruang bagi siapa saja yang memiliki kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski dukungan anggaran belum dapat diberikan dalam waktu dekat, Make Joka menilai audiensi tersebut tetap menjadi langkah awal yang penting dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Kami tentu berharap ada dukungan nyata ke depan. Meski untuk suport finansial masih harus menunggu tahun depan, setidaknya pemerintah kota sudah membuka ruang komunikasi dan memberikan fasilitas lainnya,” ujarnya.
PTKN berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Madiun dapat terus diperkuat sehingga berbagai potensi yang dimiliki masyarakat, khususnya di bidang seni dan kreativitas, dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.mdn
Baca juga: Kisruh Penyegelan dan Pengalihan Pasar Tradisional, Ombudsman RI Periksa Pemkot Madiun
Editor : Redaksi