Warga Keluhkan Portal Perumahan Tutupi Akses Jalan Anak Sekolah, Pimpinan DPRD Surabaya Ajak Semua Pihak Duduk Bareng

Reporter : Al Qomaruddin
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah. SP/ Al Qomaruddin

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penutupan akase jalan menuju SD (Sekolah Dasar) Negeri Rungkut Menanggal 2 perumahan perumahan Rungkut Menanggal Harapan dikeluhkan warga. Menurut salah satu warga yang mengeluh pemortalan kases jalan warga ke pimpinan DPRD Kota Surabata itu merupakan akses jalan utama ke SD Negeri Rungkut Menanggal 2.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah tahu betul tugasnya sebagai penyambung lidah masyarakat menerima keluhan dan curhat warga tentang masalah jalan akses utama warga, terutama anak-anak yang menuju SD Negeri Rungkut Menanggal 2.

Baca juga: Sosok Haji Her 'Sultan Madura', Gelontorkan Zakat Rp 45 Miliar hingga Beri Santunan di 13 kecamatan Pamekasan

Dimana anak-anak dan orang tua yang mengantar harus memutar jauh untuk sampai ke sekolah. Sebelumnya, portal di perumahan Rungkut Menanggal Harapan itu dipasang saat masa pandemi Covid-19. Sejak saat itu diberlakukan penutupan portal untuk membatasi akses keluar-masuk. Namun ketika pandemi berakhir, portal tersebut tak juga dibuka.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Laila. Saat berkunjung kesana pada 23 Februari lalu, Laila melihat sendiri portal yang ditutup itu. “Ini menyulitkan warga. Padahal jalanan tersebut kan akses utama. Kasihan jika anak-anak harus memutar jauh untuk sampai ke sekolah,” ujarnya.

Pihak perumahan sempat mengatakan bahwa sudah ada jalan kecil untuk warga yang lewat. Namun, dikatakan Laila, jalan tersebut masih terhalang besi pembatas. Sehingga sepeda motor tak bisa masuk. Hanya pejalan kaki saja yang bisa melewatinya. Hal itu dinilai bukan problem solving yang baik karena masih menyulitkan warga.

“Saya tidak menyalahkan pihak perumahan karena mereka menutup portal demi keamanan. Agar tidak ada tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dan sebagainya. Namun, harusnya ada penyelesaian lain yang lebih baik,” ungkap laila.

Setelah tinjauan ke lokasi beberapa waktu lalu, Laila sempat kembali menjalin komunikasi dengan warga Rungkut Menanggal. Namun, hingga kini portal masih tetap ditutup. Hal itu membuatnya kembali menyuarakan keluhan warga itu.

“Mari sama-sama kita jaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. Tak ada yang perlu dirugikan. Semua warga berhak mendapatkan akses yang baik di lingkungan tempat tinggalnya. Kuncinya, saling memahami dan jalin komunikasi,” ungkapnya.

Baca juga: Bikin Melongo! Harga Tiket Pesawat Jakarta-Surabaya Tembus Rp13 Juta Jelang Lebaran

Ajak Warga Duduk Bersama

Satu-satunya penyelesaian terbaik dari permasalahan tersebut, menurut Laila, adalah semua pihak duduk bersama. Baik dari perumahan, perwakilan warga, dan jika diperlukan dewan akan selalu bersedia menjadi penengah. Jika ada kabar positif atau kesepakatan bersama dari pertemuan itu, akses jalan bisa terbuka kembali tanpa perlu intervensi pihak berwenang atau lainnya.

“Kami sempat memberikan teguran secara persuasif dan mengarahkan dengan baik. Kami minta RT dan RW duduk bersama mencari jalan keluar, termasuk soal mekanisme membuka kembali portal itu,” jelas Laila.

Laila menyarankan untuk membuka portal di jam-jam tertentu. Misalnya di pagi hari saat jam berangkat sekolah, serta siang hari saat jam pulang sekolah. Pembukaan portal diberikan durasi waktu tertentu. Hal itu dinilai menjadi jalan keluar terbaik karena memudahkan warga, tanpa mengabaikan keamanan penghuni perumahan.

Baca juga: Heboh! Polemik Aturan Nisan 'Dicoret Tanda Silang Merah' di TPU Kludan Sidoarjo

Selain itu, Laila juga mengingatkan, dalam bermasyarakat akan kerap muncul konflik. Untuk menyelesaikannya, warga harus berkomunikasi dengan baik bersama pihak-pihak yang terlibat. Hal itu juga menjadi upaya untuk merawat perdamaian dan persatuan antarwarga.

“Permasalahan seperti ini bisa diselesaikan dengan baik-baik. Kuncinya, ada itikad baik dari semua pihak. Saya sebagai dewan selalu berharap masyarakat bisa tumbuh sebagai pribadi yang senantiasa menjaga kenyamanan dan keamanan bersama, terutama di lingkungan tempat tinggalnya. Bareng-bareng njogo Suroboyo, rek,” pungkasnya. 

“Tak lupa, jalin komunikasi yang bagus antara warga dan pihak perumahan, agar tak ada yang dirugikan. Namun, yang utama, akses anak-anak menuju sekolah tak boleh dipersulit. Aturan buku-tutup portal di jam-jam tertentu perlu diberlakukan,” jelasnya. alq

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru