SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Masyarakat Kelurahan Sepanjang Kecamatan Taman, antusias menyaksikan pagelaran kesenian jaranan Wahyu Bawono yang digelar Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sidoarjo Zakaria Dimas Pratama, S.Kom bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo di lapangan Bandar Sepanjang, Sabtu (28/3/2026). Terselenggaranya pagelaran tersebut merupakan bukti dukungan nyata Zakaria Dimas Pratama, S.Kom kepada pelestarian kesenian tradisional, budaya dan seniman di Sidoarjo.
Zakaria Dimas mengatakan, jaranan Wahyu Bawono merupakan kesenian tradisional asli dari putra daerah Kelurahan Sepanjang perlu diuri-uri supaya tetap lestari, sehingga nantinya bukan hanya tinggal cerita saja, tetapi anak cucu kita nanti juga dapat melihat, menikmati dan melanjutkannya.
Baca juga: Momen Libur Lebaran, Omzet Pedagang Pantai Trenggalek Melonjak hingga 100 Persen
Selain itu, pagelaran itu juga sebagai potret aktivitas anak muda Sepanjang Tani untuk melestarikan uri uri budaya seni tradisional yang juga dibarengi seni kreatif lainnya ditengah masyarakat yang juga mendukung UMKM sebagai urat nadi ekonomi kerakyatan untuk bergerak bersama meraih kesejahteraan bersama.
Zakaria yang juga Ketua DPD NasDem Sidoarjo juga berharap agar pelaku, pegiat seni atau seniman di Kabupaten Sidoarjo bisa mendapatkan ruang seluas-luasnya. Sebab dengan adanya acara maupun kegiatan seperti ini, memiliki pengaruh terhadap perkembangan pergerakan perekonomian khususnya para UMKM, manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Sementara itu Oki Setiawan atau akrab Oki Basman yang membina seni budaya jaranan Wahyu Bawono mengatakan bahwa kesenian jaranan ini menjadi bagian penting dari pelestarian kesenian tradisional asal Kelurahan Sepanjang Tani Sidoarjo yang harus di jaga dan tidak hilang oleh dinamika jaman era digital ini.
Menurut Oki Paguyuban Wahyu Bawono didirikan pada 19 Maret 2020, namun sejarah kecintaan seni tradisional jaranan telah digagas oleh Wahyu Aji setyo Negoro sejak tahun 2016, sejak masa itu pasang surut perjuangan melestarikan kesenian ini dijalani dengan gigih.
Baca juga: Pengrajin Ketupat di Pamekasan Kebanjiran Orderan Jelang Lebaran Ketupat
Sebelum nama jaranan Wahyu Bawono berkibar, Aji membentuk kelompok kecil bernama Hohihek Crew yang beranggotakan anak muda peminat seni yang berasal dari lingkungan sekolah maupun kampung.
Langkah besar terjadi ketika akhir tahun 2019, Oki Basman yang saat itu didapuk sebagai penasehat bersama Aji memutuskan untuk membuat kelompoknya menjadi resmi. Dengan mengumpulkan data dan dokumentasi, ia mengajukan proposal perijinan ke Dinas Kebudayaan Sidoarjo."Alhamdulillah perijinan kelar mempunyai Nomok Induk Kesenian (NIK)." Tandas Oki.
Baca juga: Pusat Jajanan di Nganjuk Mulai Diserbu Jelang Lebaran, per Hari Tembus 300 Pembeli
Hingga saat ini kegiatan kesenian tradisional seperti Jaranan hampir punah, mampu eksis dan hidup di tangan para pemuda di Sepanjang Tani, Sidoarjo berhasil mengembangkan Paguyuban Jaranan Wahyu Bawono, bertambah dengan adanya seni Reog Kanoman Nusantoro, seni tari remo dan campursari.
" Nama jaranan Wahyu Bawono mempunyai makna Wahyu berarti petunjuk dan Bawono berarti dunia sehingga merujuk arti semuanya berarti Petunjuk Dunia" tutur 0ki. hdk
Editor : Redaksi