Geram Tak Diperbaiki! Warga Nganjuk Gelar Aksi Protes ‘Tanam Pohon Pisang-Tebar Ikan’ di Jalan Rusak

surabayapagi.com
Warga di Ngronggot, Nganjuk tanam pohon pisang dan sebar lele protes jalan rusak lantaran tidak segera diperbaiki. SP/ NGJ

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Imbas jalan yang rusak dan tidak segera diperbaiki, warga di Dusun Tempel, Desa/Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk menggelar aksi protes dengan menanam pohon dan menebar ikan di jalan rusak, sejak Senin (06/04/2026) sore, kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB. Lebih dari 100 batang pohon pisang ditanam berjejer di tengah jalan rusak sepanjang hampir 1 kilometer.

Pasalnya, kondisi jalan aspal tampak rusak parah dengan banyak lubang menganga, ditambah saat musim hujan, air meluber dan sangat mengganggu pejalan kaki hingga pengendara. Bahkan, di salah satu titik kerusakan yang digenangi air, warga juga menggelar aksi tak biasa dengan menyebar puluhan ekor ikan lele. Mereka spontan berebut ikan sebagai bentuk sindiran terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Baca juga: Diduga Usai Santap Menu Sayur Berlendir MBG, Siswa SDN Mojokendil Nganjuk Keracunan

Novelka Firtariaji (50), tokoh masyarakat Dusun Tempel mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga, atas rusaknya jalan dusun tersebut. "Sudah enam tahun ini jalan di sini rusak," ungkap Novelka, Selasa (07/04/2026)

Menurutnya, jalan yang ditanami pohon pisang itu memiliki panjang hampir 1 kilometer, memanjang dari depan makam desa di sisi utara, sampai jembatan Buk Miring di selatan. Sedangkan terkait aksi tebar ikan lele, dilakukan secara swadaya oleh warga. Termasuk ratusan pohon pisang yang ditanam. Pasalnya, kerusakan jalan tersebut, sangat berdampak pada roda perekonomian warga.

Baca juga: Musim Panen Raya Padi Jadi Ladang Cuan Tukang Ojek Gabah di Nganjuk

"Ini jalan penghubung antar desa. Menghubungkan Desa Cengkok, Desa Ngronggot dan Desa Mojokendil. Jalan ini jadi akses utama warga bertani ke sawah, berjualan ke pasar, dan anak-anak sekolah," tandasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti aksi protes warga setempat, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk, Onny Supriyono mengaku baru mendengar informasi terkait protes jalan rusak di Dusun Tempel. Menurutnya, pengecekan penting dilakukan untuk memastikan, apakah jalan yang rusak tersebut jalan kabupaten atau desa. Jika benar jalan kabupaten, lanjutnya, maka perbaikan akan segera dilakukan.

Baca juga: TACB Tetapkan Prasasti Anjuk Ladang Jadi Dasar Penetapan Hari Jadi Nganjuk

"Baru sore ini dengar informasinya. Secepatnya mungkin selasa (07/06/2026) saya cek ke lokasi," ujarnya. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru