SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti obyek wisata Mikutopia di Kota Batu pada beberapa waktu terakhir menjadi sorotan lantaran polemik perizinan wisata baru di kawasan Kecamatan Bumiaji, kini mulai mendapatkan atensi dari Wakil Wali (Wawali) Kota Batu, Heli Suyanto turut angkat bicara soal polemik perizinan Mikutopia.
Wawali mengatakan bahwa sampai saat ini Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan ANDALALIN wisata Mikutopia masih berproses. Dan menyebut hingga saat ini, dirinya belum mendapatkan laporan terbaru dari dinas terkait yang menangani persoalan perizinan tersebut.
Baca juga: Masih Jadi Favorit Wisatawan, Kunjungan Destinasi Wisata Ngawi Tembus 93 Ribu Orang
"Izin AMDAL dan AMDAL Lalin-nya masih dalam proses. Karena AMDAL Lalin kemarin kita lihat dari uji cobanya, itu menjadi evaluasi dinas terkait," ungkap Heli, Selasa (07/04/2026).
Kendati demikian, ia menekankan bahwa status perizinan tersebut belum bersifat final karena ada beberapa dokumen yang belum dilengkapi. Pasalnya, Heli menegaskan, Pemerintah Kota Batu pada dasarnya mendukung adanya investasi, terutama yang berdampak positif pada perekonomian masyarakat. Kendati demikian, kepatuhan terhadap peraturan juga harus diutamakan.
Baca juga: Wisata Bukit Tawap Pagar Batu Dipadati Ribuan Pengunjung Selama Libur Lebaran 2026
"Jadi sepengetahuan saya ini ya, bahwa proses itu dilakukan sebelum kami dilantik. Jadi sebelum kami dilantik itu kan pihak desa maupun pihak investor itu sudah melakukan pengajuan-pengajuan,. Dan saat ini, sekarang ini mungkin dalam tahap evaluasi. Jadi pengajuan awal itu yang melakukan persetujuan itu kan dari sebelum kami. Tapi itu ada belum final, ada beberapa perizinan yang masih belum dilengkapi," terangnya.
"Pemerintah tidak anti investasi, tapi pada dasarnya investasi itu yang bisa menjaga ekonomi maupun ekologi itu bisa berjalan. Ini kuncinya. Ekonominya masyarakat bisa berjalan, ekologinya itu bisa ditaati investor," tegasnya.
Baca juga: Pesona Pantai Karanggongso, Jadi Primadona Baru Kawasan Selatan Pulau Jawa
Sebagai informasi, Mikutopia menjadi sorotan setelah adanya dua insiden yang cukup menggemparkan. Mulai adanya pengunjung yang dilaporkan meninggal dunia setelah pingsan saat mengantre tiket pada 23 Maret 2026 hingga wahana permainan Tiram patah saat dinaiki pengunjung pada 3 April 2026. Sehingga, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur menduga Mikutopia belum mengantongi kelengkapan izin lingkungan hingga membawa potensi terjadinya bencana. bt-01/dsy
Editor : Redaksi