Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

surabayapagi.com
Ilustrasi. Kasus campak di Surabaya dilaporkan mengalami peningkatan yang mayoritas didominasi anak-anak. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya baru-baru ini mencatat terjadi lonjakan kasus terhadap suspek penyakit campak yang mana mayoritas didominasi oleh anak-anak. Dari total 126 suspek campak tersebut, satu anak saat ini menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi klinis stabil. Sementara itu, kasus lainnya menjalani rawat jalan dan masih dalam pemantauan puskesmas setempat.

Kepala Dinkes Surabaya dr Billy Daniel Massakh mengungkap jika seluruh kasus yang tercatat masih berstatus suspek atau terduga campak. Kepastian diagnosis masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, sehingga belum dapat dinyatakan sebagai kasus terkonfirmasi.

Baca juga: Viral! Belasan IRT Surabaya Tertipu PO Sembako Fiktif, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar

"Sampai bulan Maret ini, ada 126 suspek campak. Laporan ditemukan di beberapa wilayah di Kota Surabaya dan masih dalam proses pemantauan serta penanganan lebih lanjut," ujarnya, Kamis (09/04/2026).

Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik Imbas Konfilik Geopolitik, Perajin Tempe di Surabaya Pilih Perkecil Ukuran

DIketahui, jika penyakit campak ini dapat menyerang semua kelompok usia, baik anak-anak maupun dewasa. Namun, kelompok usia anak menjadi yang paling rentan. Penyebab utama campak adalah infeksi virus campak yang sangat mudah menular melalui percikan droplet. Risiko penularan akan lebih tinggi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau memiliki kekebalan tubuh yang rendah

Dan berdasarkan data Dinkes Surabaya, mayoritas kasus suspek campak ditemukan pada anak usia di bawah 10 tahun. Hal ini diduga karena belum terbentuknya kekebalan tubuh atau belum lengkapnya imunisasi. Sehingga, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Baca juga: Sasar 1.400 Anak, Dinkes Kota Malang Gelar 16 Titik Target CUC Campak

Pasalnya, jika tidak ditangani dengan cepat, campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti diare berat, radang paru (pneumonia), infeksi telinga, hingga peradangan otak (ensefalitis) yang berisiko fatal. Dan sebagai langkah pencegahan, Dinkes Surabaya memperkuat program imunisasi rutin dan imunisasi kejar, serta meningkatkan surveilans dan deteksi dini kasus di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru