SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kembali terjadi kebakaran kandang ayam, kali ini terjadi di desa Kedawung Kec.Ngkegok Kab.Blitar, Senin (20/04/2026), pada pukul 13.00 WIB, kebakaran yang merugikan pemilik kandang ayam sekitar Rp.200 juta itu awalnya, Bu Musriah (60) melihat kandang ayam milik anaknya Ginar Wirawan Kusuma dalam keadaan terbakar, spontan ibu berusia 60 tahun itu minta tolong tetangga sekitar kandang ayam.
Kejadian tersebut langsung warga masyarakat turun membantu pemadaman dengan seadanya, dan lapor ke PMK Kabupaten Blitar dan di teruskan Ke Polsek Nglegok.
Baca juga: Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api
Menurut petugas Damkar Tedy Prasaja selaku Kasi pemadaman kebakaran yang juga mengerahkan dua mobil PMK, menyampaikan diduga api berawal dari Konsleting listrik, dan api bisa dipadamkan sekitar 3 Jam, untuk korban manusia nihil, dan menurut keterangan dari pihak korban, kerugian mencapai Rp200 Juta.
Baca juga: Antisipasi Kebakaran TPA Supit Urang, DLH Kota Malang Manfaatkan Limbah Susu
Dalam catatan laporan korban ke Polisi maupun Damkar, untuk Ayam yang terbakar di kandang tersebut berjumlah kurang lebih 5.000 ekor, selain fisik kandang ludes terbakar karena api merembet ke bangunan lainnya.
Sedang pihak kepolisian Polsek Nglegok, menyampaikan, pihaknya sejak kemarin sore melakukan olah TKP oleh Tim Inafis Sat.Reskrim Polres Blitar Kota, guna penyelidikan asal usul kebakaran pihaknya juga memeriksa saksi saksi termasuk Bu Musriah ibu dari Gianar pemilik kandang.
Baca juga: Hanguskan Tujuh Stan di Pasar Agrobis Babat, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
"Kebakaran tersebut di laporkan ke Polsek setelah beberapa saat kejadian, sekaligus laporan ke pihak Damkar, untuk awal titik api di duga konsleting listrik, untuk korban jiwa nihil, untuk penyelidikan kita mengamankan barang bukti potongan potongan sisa kayu yg terbakar, dan peralatan kandang yang terbakar," terang Kapolsek Nglegok AKP Murdiyanto SH kepada Surabaya Pagi kemarin petang. les
Editor : Redaksi