SurabayaPagi, Surabaya – Aktivitas ritel di Kota Surabaya menunjukkan tren positif, tercermin dari peningkatan transaksi di salah satu pusat perbelanjaan yang mencapai lebih dari Rp8,3 miliar selama periode satu tahun.
Capaian tersebut terjadi dalam program belanja yang berlangsung sejak 9 Agustus 2025 hingga 8 Agustus 2026.
Nilai transaksi itu meningkat sekitar 57,2 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp5,29 miliar.
Selain nilai transaksi, jumlah partisipasi pelanggan juga meningkat.
Lebih dari 2.000 konsumen tercatat mengikuti program tersebut dengan total lebih dari 120.000 kupon undian.
Pengelola pusat perbelanjaan menyebut peningkatan ini mencerminkan masih kuatnya daya beli masyarakat serta aktivitas konsumsi di sektor ritel perkotaan.
“Antusiasme masyarakat terhadap program ini menunjukkan peningkatan yang positif,” ujar Direktur Utama PT Bayu Beringin Lestari, Goetomo, Sabtu (8/8/2026).
Di sisi lain, pertumbuhan transaksi juga ditopang oleh meningkatnya penggunaan sistem pembayaran digital.
Hingga Juli 2026, volume transaksi dari salah satu bank di lokasi tersebut tercatat tumbuh hampir 50 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Penggunaan QRIS dan mesin EDC oleh tenant dinilai turut mempercepat adopsi transaksi nontunai di lingkungan pusat perbelanjaan.
Pengundian hadiah program dilakukan secara terbuka dan disaksikan notaris serta perwakilan instansi terkait, antara lain Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kota Surabaya, Kepolisian, dan TNI.
Dalam pengundian tersebut, warga Surabaya, Indra Kusharyanto, terpilih sebagai pemenang hadiah utama berupa satu unit mobil.
“Saya tidak menyangka bisa memenangkan hadiah utama. Awalnya hanya berbelanja seperti biasa dan menukarkan struk untuk mendapatkan kupon,” ujarnya.
Selain hadiah utama, program tersebut juga membagikan sejumlah hadiah lain selama periode berlangsung.
Sejumlah pengamat menilai program insentif belanja seperti ini menjadi salah satu strategi pelaku ritel untuk menjaga kunjungan dan mendorong perputaran transaksi, terutama di tengah persaingan dengan platform belanja daring.
Ke depan, pelaku usaha ritel di Surabaya diperkirakan akan terus mengombinasikan program promosi dengan penguatan layanan digital guna mempertahankan pertumbuhan transaksi.
Editor : Redaksi