Ikromilah Yeti Prastuti S.Psi, M. Pd, Sosok Kartini Masa Kini Bagi Kemajuan Pendidikan

Reporter : Handoko Koresponden Sidoarjo
Ikromilah Yety Prastuti S. Psi, M.Pd. SP/ HIKMAH

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April, untuk merayakan kelahiran Raden Ajeng Kartini dan semangat emansipasi perempuan, bagi Ikromilah Yeti Prastuti, S.Psi, M. PD bukan sekadar perayaan, melainkan momen untuk mengingat keberanian Kartini dalam membuka jalan untuk para perempuan agar bisa memilih hidupnya sendiri penuh kemandirian sepanjang masa.

Semangat emansipasi itu terus hidup melalui kepemimpinan perempuan yang memberi arah, harapan, dan perubahan nyata bagi generasi muda.

Baca juga: Seorang Single Parent Harus Tangguh, Kayak Kartini

Hal ini di sebutkan oleh Kepala SMP Negeri 1 Sukodono yang juga merangkap Plt Kasek SMPN 5 Sidoarjo, Ikromilah menegaskan bahwa peran perempuan dalam dunia pendidikan kini semakin strategis, tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pemimpin yang menentukan masa depan sekolah.

“Semangat Raden Ajeng Kartini harus terus kita hidupkan, terutama di dunia pendidikan. Perempuan hari ini tidak hanya mengajar, tetapi juga memimpin, merancang budaya sekolah, dan memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan terbaik,” ujar Kasek yang ramah namun berwibawa ini, Selasa (21/4/2026).

Sosok perempuan leader di sekolah menengah pertama ini, menyebutkan dengan semangat RA Kartini, kaum wanita harus memiliki kekuatan khas, terutama dalam membangun pendekatan yang humanis dengan berbagai macam kondisi para siswa dan siswi, Kepala sekolah, kata dia, cenderung lebih mengedepankan empati dalam memahami kebutuhan guru, siswa, hingga orang tua.
“Pendekatan humanis itu penting. Kita tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga memastikan kesejahteraan psikologis dan pembentukan karakter siswa berjalan seimbang,” jelasnya.

Baca juga: Momen Perayaan Hari Kartini, Pesanan Sewa Baju Adat di Sidoarjo Laris Manis

Menurut  Ikromilah, kepemimpinan perempuan juga kuat dalam membangun kolaborasi. Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, kerja samaa yang solid antar guru menjadi kunci utama dalam menciptakan berbagai a macam inovasi pembelajaran.
“Kami mendorong guru untuk saling berbagi praktik baik dan terus belajar bersama. Dari situ lahir inovasi yang relevan dan bermakna bagi siswa,” katanya.

Meski demikian, Ikromilah mengakui bahwa menjadi pemimpin perempuan bukan tanpa tantangan. Selain tuntutan profesional yang tinggi, perempuan juga kerap dihadapkan pada peran ganda dalam keluarga.
“Peran ganda itu memang nyata, tetapi justru menjadi kekuatan. Perempuan terbiasa mengelola banyak hal sekaligus, sehingga terlatih dalam manajemen waktu, pengambilan keputusan, dan ketahanan emosional,” ungkapnya.

Baca juga: Peringatan Hari Kartini 2025, SMPN 1 Jabon Siapkan Program Sedekah Oksigen

Di tengah era transformasi pendidikan, ia menekankan pentingnya adaptasi, terutama dalam penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir strategis.
“Kepala sekolah perempuan harus adaptif. Kita harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan tetap harus memanusiakan manusia,” tegasnya.

Lebih dari itu Ia menilai kehadiran pemimpin perempuan di sekolah juga menjadi inspirasi bagi siswa, khususnya siswi, bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih posisi strategis di masa depan.
“Kami ingin menghidupkan asa yang membara. Kehadiran perempuan sebagai pemimpin adalah bukti bahwa siapa pun bisa berkontribusi besar bagi bangsa,” paparnya. hdk/hik

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru