SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Cuaca ekstrem di Banyuwangi mengakibatkan fenomena bediding yang membuat suhu udara di Banyuwangi terasa lebih dingin ternyata tidak hanya berdampak pada manusia. Sehingga, akibat fenomena tersebut turut mengancam anabul, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing rentan terserang penyakit, mulai dari gangguan pernapasan hingga masalah pencernaan karena kondisi udara dingin dan lembab saat musim kemarau.
Salah satu penyakit yang kerap muncul saat fenomena bediding adalah flu kucing yang disebabkan oleh Feline Herpesvirus. Virus tersebut memiliki karakteristik khusus karena dapat menetap dalam tubuh kucing yang pernah terinfeksi. Saat kondisi tubuh hewan menurun, gejalanya bisa kembali muncul dan berpotensi menular ke kucing lain.
“Penularannya cukup cepat, terutama jika beberapa kucing berada dalam satu ruangan. Ketika ada satu yang sakit dan daya tahan tubuhnya turun, risiko penyebaran ke kucing lain menjadi lebih besar,” jelas Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jatim IV Banyuwangi, drh. Risa Isna Fahziar, Rabu (03/06/2026).
Risa menyebut, gejala yang umum terlihat antara lain mata berair atau bengkak, demam, bersin-bersin, hingga berkurangnya nafsu makan. Pada anjing, kondisi serupa juga bisa muncul ketika cuaca dingin berlangsung dalam waktu cukup lama. Meskipun penyakit tersebut tidak selalu berakibat fatal secara langsung, dampak lanjutannya juga perlu diwaspadai. Hewan yang kehilangan nafsu makan dalam waktu lama dapat mengalami penurunan kondisi fisik dan lebih mudah terserang penyakit lain.
Karena itu, Risa meminta pemilik hewan peliharaan agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anabul di rumah. Hewan yang biasanya aktif namun tiba-tiba lesu, sering bersin, atau enggan makan sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan dari dokter hewan. Meski demikian, dengan perhatian dan penanganan yang tepat, risiko penyakit akibat cuaca dingin dapat diminimalkan sehingga anabul tetap sehat dan aktif selama musim bediding berlangsung. by-01/dsy
Editor : Redaksi