Seorang Single Parent Harus Tangguh, Kayak Kartini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Refleksi Hari Kartini

Oleh : Lordna Putri

 

 

 

Puisi Kartini

 

Surat dari Hati Kartini

Di antara pena dan lembar sunyi,

Ku tulis mimpi yang tak dimengerti.

Bukan sekadar suara wanita,

tapi jeritan jiwa yang ingin merdeka.

Di balik sangkar adat dan tata,

kutempa cahaya untuk sesama.

Bukan melawan,

tapi menyala,

agar generasi kita tak lagi meraba.

 

 

 

 

 

Hari Kartini 2025 yang jatuh Senin 21 April, adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kemajuan kaum perempuan Indonesia .

Saya terharu dan bangga dengan ragam prestasi yang telah dicapai sekaligus tantangan yang masih dihadapi perempuan Indonesia. Ada yang jadi menteri, profesor, dokter, guru, dosen hingga pebisnis seperti saya.

Dengan semangat Kartini, saya bangga saat 1-2 hari ini, generasi muda terus bersuara, berkarya, dan memperjuangkan kesetaraan demi Indonesia yang lebih baik di tengah kota Jakarta dan Surabaya.  

Bagi saya perayaan Hari Kartini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi refleksi atas kesetaraan gender, pendidikan, dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Di era modern, nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan, terutama dalam mendorong perempuan Indonesia untuk berani bersuara, menjadi perempuan setangguh Ibu Kartini. Terutama, perempuan yang berpendidikan tinggi, dan berkarya di berbagai bidang.

Bahkan saya catat di tengah perkembangan zaman, perjuangan Kartini masih relevan, terutama dalam isu kesetaraan upah, kekerasan terhadap perempuan, dan akses pendidikan. Serta kemandirian berusaha.

Saya bangga, belakangan ini, beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas perempuan memanfaatkan momen ini untuk mengampanyekan stop perkawinan anak, literasi finansial bagi perempuan, dan pencegahan pelecehan seksual di dunia kerja.  

Juga tentang Single Parent . Ibu tunggal ini perlu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menghadapi tekanan emosional seperti kesepian dan stres, serta menjaga hubungan baik dengan anak dan keluarga.  Para single parent realitanya, menurut saya juga berjuang untuk mendapat dukungan dari keluarga, teman, dan komunitasnya.

 Ini sangat penting dalam perjalanan  hidup single parent, meraih kesetaraan dengan pria yang single parent.

Saya rasakan kehidupan sebagai seorang ibu tunggal atau single mother merupakan perjalanan penuh tantangan. Seorang ibu tunggal harus menggantikan peran ayah sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan, pencari nafkah, mengurus rumah tangga, membesarkan, membimbing dan memenuhi kebutuhan psikis anak.

Membagi waktu berkarir hingga antar jemput anak bersekolah. Selain menemani anak bermain hobinya futsal.

Sehari-hari masalah sosial sering saya hadapi. Termasuk masalah komunikasi antara saya dan anak. Komunikasi dan interaksi antara watak Kartini era sekarang dan anak, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan psikis anak yang telah kehilangan ayahnya.

Watak Kartini, bisa tercermin dari ketegaran seorang single parent yang harus bisa menjadi wanita tangguh. Terutama membesarkan anak-anaknya dan mencukupi kebutuhannya. Sejarah menulis, beliau korban poligami.  Kartini pada saat itu dipaksa menikah oleh ayahnya dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, yang sudah memiliki tiga istri.

Pilihan single parent bagian dari semangat menolak poligami. Sekaligus menolak pria yang tak bertanggungjawab pada anak-istri.

 

Suara Single Parent Jakarta,

Saya dikirimi video parade perempuan berkebaya memperingati Hari Kartini di kegiatan car free day (CFD) kawasan Bundaran HI, Jakarta, Sabtu 20 April 2025.

Dalam parade itu, disuarakan oleh Sita (42) bahwa RA Kartini merupakan perempuan Indonesia yang telah berjuang untuk kesetaraan gender laki-laki dan perempuan sejak remaja.

Video itu merekam, sejumlah perempuan muda kompak mengikuti acara bertajuk 'Parade Hari Kartini'.

Para peserta yang didominasi perempuan memakai kebaya dan mengikuti parade.

Mereka juga membawa poster bertuliskan 'Perempuan Berani, Wujudkan Mimpi Kartini' hingga 'Perempuan Saling Jaga, Perempuan Saling Dukung'.

Para peserta mengikuti jalan bersama untuk memperingati Hari Kartini dengan rute dari Jalan Jenderal Sudirman memutar hingga Bundaran HI. Mereka berfoto bersama dengan latar patung Selamat Datang Bundaran HI.

Salah seorang peserta bernama Wida (34) seorang single parent asal Surabaya yang kini berkarir di Jakarta. Wanita karir ini mengatakanikut dalam perayaan Hari Kartini untuk menambah relasi dan teman. Terkhusus ibu tunggal. Baginya, ibu tunggal itu mandiri dan banyak yang jadi aktivis perempuan. Dia berharap di momen Hari Kartini, perempuan Indonesia bisa saling mendukung satu sama lain. Selamat untuk teman teman Kartini modern yang tak lekang oleh waktu. ([email protected]).

Berita Terbaru

Warganet Jangan Buru-buru Menghakimi, Laporan Palsu KDRT Maia Estianti Jadi Contoh

Warganet Jangan Buru-buru Menghakimi, Laporan Palsu KDRT Maia Estianti Jadi Contoh

Senin, 11 Mei 2026 20:20 WIB

Senin, 11 Mei 2026 20:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Fenomena masyarakat yang cepat memihak dalam konflik figur publik hanya dari tontonan sosial media makin menguat di era digital.…

Petarung Bebas Madiun Siapkan Atlet untuk Turnamen MABOX x Shaduk Jotosh di Magetan  ‎

Petarung Bebas Madiun Siapkan Atlet untuk Turnamen MABOX x Shaduk Jotosh di Magetan ‎

Senin, 11 Mei 2026 19:26 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:26 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sasana Petarung Bebas Madiun matangkan persiapan menjelang keikutsertaan dalam turnamen tarung bebas dan boxing “MABOX x Shaduk Joto…

Khofifah: Serapan Lulusan SMK Jatim Meningkat Berkat Kolaborasi dengan Industri

Khofifah: Serapan Lulusan SMK Jatim Meningkat Berkat Kolaborasi dengan Industri

Senin, 11 Mei 2026 19:25 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tingkat keterserapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur menunjukkan tren positif melalui program BMW (Bekerja, M…

Ratusan Siswa Alami Gejala Keracunan, Operasional Dapur MBG Tembok Dukuh Dihentikan

Ratusan Siswa Alami Gejala Keracunan, Operasional Dapur MBG Tembok Dukuh Dihentikan

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di k…

Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan MBG, Dinkes Lakukan Investigasi Sampel Makanan

Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan MBG, Dinkes Lakukan Investigasi Sampel Makanan

Senin, 11 Mei 2026 19:09 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:09 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ratusan siswa dari berbagai jenjang sekolah di Surabaya dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan makanan, S…

Ahli Gizi IPB: Pemenuhan Gizi Anak Sesuai Usia Jadi Kunci Tumbuh Kembang Optimal

Ahli Gizi IPB: Pemenuhan Gizi Anak Sesuai Usia Jadi Kunci Tumbuh Kembang Optimal

Senin, 11 Mei 2026 19:08 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemenuhan gizi anak masih menjadi perhatian utama bagi orang tua, terutama dalam mendukung tumbuh kembang sejak usia dini. Mengacu p…