SurabayaPagi, Surabaya – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya mematangkan persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pencak silat yang akan digelar pada 17–18 Mei 2026. Sebanyak 28 atlet disiapkan melalui program latihan intensif selama enam bulan terakhir.
Ketua IPSI Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan seluruh atlet yang diturunkan merupakan hasil pembinaan jangka panjang melalui pemusatan latihan cabang (Puslatcab). Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan atlet baru yang diproyeksikan sebagai pelapis generasi utama.
Baca juga: Menuju Porprov 2027 dan PON 2028, IPSI Jatim Mantapkan Pembinaan Organisasi untuk Dongkrak Prestasi
“Kami sudah mempersiapkan atlet selama kurang lebih enam bulan. Dari sisi teknik, fisik, dan kecepatan, performa mereka mengalami peningkatan signifikan, bahkan evaluasi pelatih menunjukkan peningkatan lebih dari 50 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 24 dari 28 atlet merupakan atlet baru yang disiapkan sebagai lapis kedua. Program ini sekaligus menjadi bagian dari pengkaderan berkelanjutan untuk menghadapi ajang lebih besar seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kalau mereka lolos di Kejurprov, tentu berpeluang masuk Puslatda Jawa Timur dan dipersiapkan untuk Pra-PON maupun PON. Ini bagian dari regenerasi atlet,” katanya.
Pada Kejurprov mendatang, IPSI Surabaya akan mengikuti seluruh nomor pertandingan, yakni 12 nomor seni dan 16 nomor tanding. Dengan kekuatan penuh, Surabaya menargetkan kembali meraih gelar juara umum.
“Target kami minimal enam medali emas, lebih baik dari capaian sebelumnya lima emas saat menjadi juara umum di Malang,” tegas Bambang.
Ia menambahkan, nomor-nomor unggulan masih bertumpu pada atlet yang sebelumnya meraih medali emas dan perak. Selain itu, atlet yang belum tampil pada kejuaraan sebelumnya juga diharapkan mampu menyumbang medali.
Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong Komersialisasi Kuliner Lewat Pelatihan di Surabaya
Kontribusi atlet putri juga menjadi perhatian. Bambang menyebut, pada kejuaraan sebelumnya nomor seni putri, baik beregu maupun tunggal, berhasil menyumbangkan medali emas dan diharapkan mampu mempertahankan prestasi tersebut.
Sementara itu, Sekretaris IPSI Surabaya, Faisal Ardianto, mengungkapkan bahwa program latihan dilakukan secara rutin dan terjadwal setiap pekan.
“Kami berlatih empat kali dalam seminggu, yaitu Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Menjelang kejuaraan, intensitas ditingkatkan melalui program pemusatan latihan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dua pekan sebelum Kejurprov, seluruh atlet akan menjalani program asrama dengan porsi latihan dua kali sehari guna memaksimalkan kesiapan.
Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong UMKM Surabaya Kuasai Desain Digital untuk Promosi Produk
Menurut Faisal, target perolehan medali emas didasarkan pada kekuatan atlet yang sebelumnya telah berprestasi, termasuk peraih emas Porprov.
“Peraih emas Porprov masih menjadi andalan di beberapa nomor. Sementara atlet peraih perak kami dorong untuk bisa naik menjadi emas,” ujarnya.
Dengan persiapan matang dan komposisi atlet yang solid, IPSI Surabaya optimistis mampu memenuhi target sekaligus kembali mengharumkan nama Kota Surabaya di tingkat provinsi.
Editor : Redaksi