Resmikan MBC, Pemkot Surabaya Siap Bidik Penguatan Pendidikan Bertaraf Global

surabayapagi.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti meresmikan MuhlaS Boarding School (MBC) SD Muhammadiyah 11 di Surabaya. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mendongkrak penguatan model pendidikan berdaya saing global yang tetap berakar pada nilai lokal, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti meresmikan MuhlaS Boarding School (MBC) SD Muhammadiyah 11 di Surabaya yang nantinya kehadiran MBC sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkap peresmian tersebut sekaligus menandai peluncuran program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan yang mengintegrasikan pendidikan berbasis asrama dengan penguatan karakter, akademik, dan kepemimpinan siswa. Ia juga menilai kerja sama dengan Cambridge sebagai indikator kesiapan sekolah menghadirkan kurikulum bertaraf internasional.

Baca juga: Makin Tertib dan Efisien, Wali Kota Surabaya Apresiasi Kualitas Layanan CJH di Asrama Haji

“Kami menyambut baik peresmian ini, termasuk kolaborasi dengan Cambridge yang menunjukkan kesiapan menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Senin (04/05/2026).

Baca juga: Pecahkan Rekor Nasional, Kemen PKP Catat Penyaluran KUR Perumahan di Surabaya Capai Rp305 Miliar

Sementara itu, Wali Kota Eri mengatakan bahwa MuhlaS Boarding Class merupakan model pendidikan terpadu yang dirancang untuk mencetak generasi unggul tanpa meninggalkan akar nilai keagamaan dan kearifan lokal. Pasalnya, transformasi kawasan tempat berdirinya sekolah menjadi bukti nyata kekuatan pendidikan dalam mengubah lingkungan sosial.

“Program ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan agar anak-anak siap bersaing secara global. Kita masih ingat bagaimana kondisi sebelumnya, dan hari ini berubah menjadi pusat pendidikan yang membentuk karakter anak-anak,” ujar Wali Kota Eri.

Baca juga: 5 Pasar Tradisional Surabaya Terus Dikebut, Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026

Menurut Wali Kota Eri, perubahan tersebut bahkan mendorong partisipasi masyarakat, termasuk warga yang mewakafkan asetnya demi pendidikan generasi berikutnya. Pihaknya juga menekankan filosofi “Sang Surya” sebagai simbol pencerahan yang sejalan dengan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban. sb-06/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru