Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Reporter : Redaksi


SURABAYAPAGI.COM : Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea menyampaikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Paman Sam yang terjadi belakangan ini dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara lainnya di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang masih terjadi. Di mana sebagian mata uang juga melemah.
            Misalnya mata uang Philippine Peso melemah sebesar 6,58%, Thailand Baht melemah 5,04%, India Rupee melemah 4,32%, demikian pula dengan Chile Peso melemah 4,24%, Indonesia Rupiah melemah 3,65%, dan Korea Won melemah 2,29%.
            "Pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya," ujar Erwin dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Di tengah kondisi tersebut, Erwin menegaskan BI akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.
            BI akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.
            "Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global," katanya.
            Sebagai informasi, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pagi ini. Mata uang Paman Sam menembus level Rp 17.400.
            Dikutip dari data Bloomberg, Jumat (17/4/2026), nilai tukar dolar AS pukul 09.02 WIB berada di level Rp 17.400, menguat tipis 6 poin atau sekitar 0,03%. Dolar AS dibuka naik ke Rp 17.404.
Pada penutupan terakhir di perdagangan hari sebelumnya, dolar AS berada di Rp 17.396. Dolar AS diperdagangkan paling tinggi Rp 17.404 dan paling rendah Rp 17.395.
Secara kumulatif, dolar AS menguat 4,32% secara tahunan. Mata Uang Paman Sam selama 52 minggu ke belakang diperdagangkan pada rentang Rp 16.079-17.404. n ec, ha

Baca juga: BI Sebut Dolar AS dan Emas, Aset Aman

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru