Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen

surabayapagi.com
Salah seorang petani di Lumajang menunjukkan jagung miliknya rusak dan terancam gagal panen akibat serangan hama tikus. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Serangan hama tikus di kawasan Lumajang, Jawa Timur mengakibatkan sejumlah petani meringis. Pasalnya, imbas hama tikus tersebut, sejumlah tanaman seperti jagung, padi, tomat, hingga cabai besar rusak akibat serangan hama tersebut. Bahkan, beberapa petani mengeluhkan ancaman gagal panen karena tanaman yang sebelumnya tumbuh baik, kini rusak parah dimakan tikus.

Salah satunya dialami Darmawan, petani asal Desa Kedungrejo. di lahan seluas 1.000 meter persegi miliknya, seluruh tanaman jagung habis diserang tikus. Padahal, biaya untuk benih, pupuk, hingga tenaga kerja sudah terlanjur dikeluarkan. Padahal, tanaman jagung miliknya sudah memasuki masa panen, namun kini rusak hingga hanya menyisakan bonggol.

Baca juga: Dongkrak Produktivitas Padi, Pemkab Situbondo Sediakan Drone Sprayer Gratis bagi Petani

"Jagungnya dimakan tikus. Luasnya seribu meter. Jagungnya gagal panen. Benihnya mahal, petani merugi," kata Darmawan, Minggu (10/05/2026).

Baca juga: Terus Dikebut untuk Petani, Pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek Sudah Rampung 59 Persen

Lebih lanjut, menurut para petani, serangan hama tikus tidak hanya menyerang tanaman jagung. Komoditas lain seperti padi, tomat, dan cabai besar juga ikut terdampak dengan total luas lahan yang terserang mencapai sekitar 3 hektare. "Serangan hama tikus di sini merata semua tanaman jagung, cabai besar, padi," ujar petani lainnya, Rosyid.

Baca juga: Masuki Musim Kemarau, Pembangunan Sumur Bor di Plandaan Jadi Solusi Krisis Air bagi Petani

Sehingga, untuk mengantisipasi serangan hama tikus yang semakin meluas, petani memasang pagar plastik di tepi sawah agar tikus tidak masuk ke area tanaman. Sementara untuk tanaman jagung, petani membungkus tongkol jagung menggunakan plastik agar tidak dimakan hama tikus. lj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru