Masuki Musim Kemarau, Pembangunan Sumur Bor di Plandaan Jadi Solusi Krisis Air bagi Petani

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ama Siswanto saat meninjau pembangunan sumur bor di Plandaan. SP/ JBG
Ama Siswanto saat meninjau pembangunan sumur bor di Plandaan. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Memasuki musim kemarau (fenomena El Nino) yang ekstrem, kini sebanyak empat titik sumur bor telah dibangun dari total sepuluh titik yang direncanakan untuk mendukung kebutuhan irigasi petani, yang difokuskan untuk mendukung sektor pertanian, khususnya di wilayah yang kerap mengalami keterbatasan air.

Sementara itu, untuk pembangunan di Desa Sumberejo merupakan titik keempat yang telah terealisasi. Program tersebut, menurutnya, merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses. Pasalnya, ketersediaan air merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan pertanian di wilayah Plandaan. Dengan adanya sumur bor, petani diharapkan tidak lagi kesulitan mengairi lahan saat musim kemarau.

“Alhamdulillah, hari ini kita melihat sumur keempat sudah terealisasi dari target sepuluh titik. Ini amanah yang kami jemput langsung dari aspirasi warga saat reses,” ujar Ama Siswanto, anggota Fraksi PDI Perjuangan, Selasa (05/05/2026).

Dan saat ini, untuk progres pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jombang. Sehingga, dengan adanya pembangunan infrastruktur pengairan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta kemandirian sektor agraria di tingkat desa.

“Harapannya, warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah sehingga indeks pertanaman bisa meningkat. Petani harus memiliki fasilitas yang memadai agar bisa berproduksi maksimal. Ini bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan,” katanya.

Lebih lanjut, terkait program tersebut mendapat respons positif dari warga setempat. Salah satu petani Desa Sumberejo, Suwoto, mengaku keberadaan sumur bor sangat membantu, mengingat selama ini persoalan air menjadi kendala utama, terutama saat musim kemarau. “Kami sangat berterima kasih. Selama ini air memang jadi kendala terbesar. Dengan adanya sumur bor ini, kami punya harapan untuk tetap bisa bertani meski musim kemarau,” ujarnya. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Sarasehan Doktor dan Profesor Alumni Gontor Ponorogo, Siapkan Hadiah Untuk Indonesia

Sarasehan Doktor dan Profesor Alumni Gontor Ponorogo, Siapkan Hadiah Untuk Indonesia

Sabtu, 11 Jul 2026 16:15 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 16:15 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- memasuki abad ke dua, Pondok Modern Darussalam Gontor tengah bersiap meluncurkan sebuah karya monumental berbentuk buku bertajuk…

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Peran sektor swasta dalam mendukung program kesehatan nasional kembali mendapat pengakuan. PT Wings Surya menerima penghargaan dari K…

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di depan Toko La Tansa, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipadati ratusan pelari pada Sabtu…

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …