SURABAYAPAGI.com, Smpang - Dirancang bisa menampung sebanyak 1.000 orang siswa, gedung Sekolah Rakyat yang kini sedang dibangun pemerintah di Kabupaten Sampang dibangun di Desa Batukarang ini seluas 10,4 hektare, lebih luas dari rencana awal yang hanya 6 hektare dan dipastikan proyek tersebut berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan, yakni pada akhir Juni 2026.
"Kabupaten Sampang merupakan satu-satunya kabupaten di Pulau Madura ini yang telah melakukan pembangunan gedung Sekolah Rakyat, karena Pemkab Sampang paling siap menyediakan lahan untuk ditempati Sekolah Rakyat. Dan pada minggu kedua Juli 2026, gedung ini diharapkan sudah bisa digunakan untuk masa pengenalan sekolah," jelas Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Saifullah Yusuf, Senin (11/05/2026).
Baca juga: Terjunkan 60 Petugas, Pemkab Sampang Beri Edukasi dan Perketat Awasi Kesehatan Hewan Kurban
Lebih lanjut, hal itu karena Kabupaten Sampang menjadi satu-satunya wilayah di Madura yang memiliki gedung permanen untuk Sekolah Rakyat. Saat ini proses pembangunan gedung tersebut telah mencapai 35 persen. Sementara itu, tiga kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep masih dalam tahap sekolah rintisan.
Baca juga: Komitmen Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Sampang Bangun 19 Unit Rumah Layak Huni
"Direncanakan, untuk tahun pelajaran 2026-2027, siswa Sekolah Rakyat dari empat kabupaten di Madura direncanakan akan "dititipkan" sementara di fasilitas gedung Sampang ini sembari menunggu pembangunan gedung di kabupaten lain selesai pada tahun mendatang," katanya.
Baca juga: Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen
Kunjungan Mensos RI ke lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Batukarang, Kecamatan Camplong, Sampang itu merupakan lanjutan dari kunjungan kerja ke Pulau Madura. DIketahui, sebelum ke Sampang, Mensos terlebih dahulu melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pamekasan, melakukan pertemuan dengan para pendamping Program Keluarga Harapan dan melakukan pertemuan dengan siswa, dan guru Sekolah Rakyat dari Kabupaten Pamekasan, Sumenep dan Kabupaten Bangkalan. sm-01/dsy
Editor : Redaksi