Surabaya Pagi.com – Antisipasi aktifitas negatif pada kalangan rameja Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, mendorong penguatan program Kampung Pancasila melalui pembinaan karakter remaja berbasis Balai RW.
Pada libur sekolah yang akan datang dia meminta Pemerintah Kota Surabaya menjadikan Balai RW sebagai ruang aktivitas positif bagi generasi muda untuk menekan potensi tawuran dan kenakalan remaja.
Baca juga: Pernyataan Kepala BGN Ditanggapi Wakilnya
“Liburan sekolah sudah mulai dekat. Potensi kenakalan remaja akan tumbuh kalau anak-anak muda tidak punya ruang aktivitas yang positif dan produktif di lingkungannya,” kata Azhar Kahfi, Selasa (12/5).
Menurut dia, Balai RW memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai laboratorium bakti remaja Kota Surabaya dalam mendukung implementasi Kampung Pancasila. Dia menyebut remaja perlu lebih dekat dengan lingkungan sosialnya agar tumbuh rasa peduli terhadap kampung tempat tinggal mereka.
“Jadikan Balai RW sebagai laboratorium bakti remaja Kota Surabaya agar anak-anak muda punya rasa memiliki terhadap kampungnya sendiri,” ujar politisi Gerindra ini.
Kahfi mengatakan keterlibatan generasi muda dalam aktivitas kampung dapat dimulai melalui kolaborasi antara sekolah, RT, RW, dan masyarakat. Dia juga mendorong guru memberikan tugas berbasis sosial kepada siswa selama masa liburan sekolah.
“Guru bisa memberikan tugas kepada siswa untuk kerja bakti, memetakan persoalan kampung, sampai membuat proposal solusi di lingkungannya,” ucap dia.
Baca juga: Gibran Ajak Istri dan Anaknya Rekreasi ke TMII
Dia menyebut pola pembinaan seperti itu dapat membantu menerjemahkan semangat Kampung Pancasila secara nyata di tengah masyarakat. Selain memperkuat kepedulian sosial, pendekatan tersebut juga diyakini dapat membantu menekan tawuran remaja dan konflik antarkelompok di lingkungan kampung.
“Kalau anak-anak muda mulai akrab dengan lingkungan kampungnya, mengenal RT dan RW-nya, maka rasa peduli dan sense of belonging akan tumbuh,” katanya.
Menurut Kahfi, peran RT dan RW ke depan tidak cukup hanya sebatas pelayanan administratif. Menurut dia, tokoh kampung perlu mengambil peran lebih besar dalam pembinaan karakter sosial masyarakat, khususnya generasi muda.
“Peran ketokohan RT dan RW jangan hanya administratif dan manajerial pelayanan saja, tetapi juga harus ikut membangun karakter sosial masyarakat,” ujar dia.
Baca juga: 10 Tips Merencanakan Perjalanan Wisata dengan Mudah dan Hemat
Selain itu, Kahfi mengusulkan adanya pembaruan regulasi terkait RT, RW, dan LPMK agar selaras dengan penguatan program Kampung Pancasila di Surabaya. Dia menyebut Perwali Nomor 112 perlu disesuaikan dengan tantangan sosial yang berkembang di masyarakat perkotaan saat ini.
“Ke depan Perwali 112 tentang RT, RW, dan LPMK sudah semestinya diperbarui menyesuaikan dengan program Kampung Pancasila,” pungkasnya. Alq
Editor : Redaksi