Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petani sedang menggiling padi hasil panennya. SP/MGT
Petani sedang menggiling padi hasil panennya. SP/MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG) kini nyaris menembus Rp9 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut menjadi berkah bagi petani. Namun di balik itu, kondisi ini juga bisa menjadi alarm bagi ketahanan pangan. 

Sebab, harga tinggi terjadi ketika hasil panen sejumlah petani justru menurun akibat kemarau dan serangan hama. Sementara untuk harga gabah basah saat ini berada di kisaran Rp7.900 per kilogram. Harga tersebut naik dibandingkan musim tanam sebelumnya yang hanya sekitar Rp7.500 per kilogram.

Dan untuk gabah kering giling, harganya sudah mencapai Rp8.900 per kilogram. Bahkan, ada gabah yang dibeli hingga Rp9 ribu per kilogram. Panen tersebut baru berlangsung di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Barat dan Kartoharjo. Di Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo, sejumlah petani mulai memanen padi yang mereka tanam.

"Alhamdulillah ya, meski tanaman padi kurang bagus saat ini akibat hama, harganya bagus. Artinya masih ada sisa lebih untuk petani," jelas Ahmad (50), petani setempat, Selasa (18/08/2026).

Kenaikan harga gabah menjadi angin segar bagi petani yang selama ini menghadapi tingginya biaya produksi. Namun, untuk ongkos menggarap lahan, pupuk, obat-obatan hingga biaya perawatan tanaman harus dikeluarkan sejak awal masa tanam. Karena itu, harga jual yang lebih tinggi sedikit membantu menutup biaya tersebut.

Lebih lanjut, sejumlah petani mengakui keuntungan yang diperoleh belum terlalu besar karena produksi sejumlah lahan ikut menurun. Nyatanya, meski harga gabah memang sedang bagus. Namun, tingginya biaya produksi membuat keuntungan yang diperoleh tetap terbatas.

Harga gabah yang tinggi tidak serta-merta menunjukkan petani sedang menikmati panen besar. Sebaliknya, sejumlah petani menghadapi persoalan produksi. Tanaman padi mereka terdampak serangan wereng dan tikus. Kondisi kemarau juga membuat kebutuhan air menjadi persoalan tersendiri. mg-02/dsy

Berita Terbaru

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …