SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur sukses menjaga keandalan pasokan listrik tanpa kedip dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Republik Indonesia di berbagai wilayah Jawa Timur.
Sejumlah langkah siaga dan pengamanan kelistrikan dilakukan di berbagai daerah untuk memastikan kegiatan sakral dan perayaan kemerdekaan dapat berjalan lancar, aman, dan tanpa gangguan.
Untuk mendukung kelancaran rangkaian peringatan kemerdekaan, PLN UID Jatim menyiapkan total 129 posko siaga di 200 lokasi serta 5.524 petugas teknik yang bersiaga penuh selama masa pengamanan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan upacara bendera dan kegiatan peringatan kemerdekaan dapat berlangsung secara khidmat, aman, dan lancar.
PLN juga telah melakukan simulasi serta pemeriksaan sistem guna memastikan seluruh peralatan berfungsi secara optimal.
Di Surabaya, PLN menyiagakan penuh pasokan listrik saat pelaksanaan Upacara Bendera di Gedung Negara Grahadi pada 17 Agustus 2026.
Pengamanan kelistrikan dipimpin langsung oleh General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, bersama jajaran manajemen PLN UID Jawa Timur.
Dukungan sistem kelistrikan mencakup suplai utama dari Penyulang Grahadi dengan daya kontrak sebesar 555 kVA. Sebagai sistem cadangan, PLN menyiapkan suplai dari Penyulang Simpang Dukuh yang diperkuat genset berkapasitas 800 kVA.
Sebanyak 20 personel disiagakan untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan berfungsi optimal. Dengan skenario pengamanan berlapis ini, upacara berlangsung khidmat dan lancar tanpa gangguan.
Sehari sebelumnya, PLN menyiagakan 26 personel untuk mendukung kelancaran Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan 10 November, Surabaya, pada Minggu malam (16/8/2026).
PLN menyiapkan suplai listrik utama dan Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 100 kVA di lokasi kegiatan. Seluruh personel ditempatkan dalam kondisi siaga selama 24 jam, disertai pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan kelistrikan di sekitar lokasi.
Sementara itu di Situbondo, PLN memastikan kesiapan penuh pasokan listrik selama perayaan kemerdekaan pada 15-17 Agustus 2026. Fokus pengamanan listrik dilakukan di lokasi-lokasi strategis, yakni area upacara bendera, fasilitas pemerintahan, serta lokasi pelaksanaan Apel Kehormatan dan Renungan Suci.
PLN menyiagakan Automatic Change Over Tegangan Rendah (ACOS TR) berkapasitas 147 kVA, Load Break Switch Motorized 3 Way (LBSM 3 Arah), serta 32 personel PLN yang bersiaga penuh pada kegiatan upacara bendera di Alun-Alun Besuki, Kabupaten Situbondo, pada Senin (17/8/2026).
Di Banyuwangi, PLN menerapkan skema pengamanan berlapis di lokasi-lokasi strategis sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Di Taman Blambangan yang menjadi lokasi utama upacara bendera, PLN menyiapkan suplai listrik utama serta sistem cadangan berupa UPS berkapasitas 10 kVA dan genset berkapasitas 65 kVA.
Selain itu, sebanyak 30 personel disiagakan penuh untuk melakukan pemantauan dan berbagai langkah preventif, mulai dari pengecekan jaringan dan peralatan distribusi hingga memastikan kesiapan genset bergerak untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN menyiapkan 302 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 162 lokasi di Jawa Timur.
Kesiapan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik selama periode perayaan kemerdekaan.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keandalan pasokan listrik selama rangkaian peringatan HUT ke 81 Republik Indonesia merupakan komitmen PLN dalam mendukung setiap agenda kenegaraan, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Peringatan HUT ke 81 RI adalah momentum bersejarah bagi bangsa. PLN berkomitmen memastikan pasokan listrik yang andal agar seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan di Jawa Timur dapat berlangsung khidmat, aman, dan lancar. Kami telah menyiapkan skema pengamanan berlapis, melakukan pemeriksaan jaringan dan peralatan, serta menempatkan personel siaga di berbagai lokasi strategis,” ujar Eric.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan tersebut tidak hanya difokuskan pada lokasi pelaksanaan upacara dan kegiatan kenegaraan, tetapi juga pada fasilitas publik serta infrastruktur pendukung mobilitas masyarakat.
“Keandalan listrik menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Kami memastikan seluruh petugas dan peralatan pendukung berada dalam kondisi siap sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat,” tutup Eric.
Editor : Redaksi