Kenalin 'Sadewa', Sapi Kurban Berbobot 1,7 Ton Pilihan Presiden Prabowo di Blitar

surabayapagi.com
Sapi jenis limosin bernama Sadewa Next Generation untuk kurban pilihan Presiden Prabowo di Blitar. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kenalan dengan sapi jenis limosin yang diberi nama 'Sadewa Next Generation' menjadi sapi pilihan Presiden RI Prabowo Subianto untuk berkurban di Kabupaten Blitar menjelang Idul Adha 2026 mendadak viral. Sapi tersebut merupakan peranakan yang dikembangkan di kandang milik keluarganya. Saat ini, sapi itu berumur kurang lebih 5 tahun.

Sapi yang dipilih untuk mewakili Presiden Prabowo itu ditempatkan bersama dengan sapi-sapi lainnya. Namun, bedanya, sapi yang dibeli pemerintah itu tampak menonjol dibandingkan dengan sapi lainnya. Khususnya pada ukurannya yang memanjang dan besar.

Baca juga: Jelang Idul Adha, DKP3 Perketat Kesehatan Hewan Kurban Aman di Sejumlah Lapak Pasuruan

"Panjangnya sekitar 2,11 meter dan tingginya sekitar 155 centimeter. Kemudian beratnya itu terakhir ditimbang sekitar 1,76 ton," ujar Azis Yasir Naufal, pemilik kandang sapi di Desa Jeblog, Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, Kamis (21/05/2026).

Baca juga: Pemkab Masifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban di PHT Tulungagung

Lebih lanjut, sapi yang diberi nama Sadewa itu dibeli oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar. Menurut Naufal, sapi miliknya dibeli dengan harga Rp 100 juta. Dan sapi yang telah dibeli pemerintah itu telah dirawat secara khusus. Termasuk diberikan pakan secara rutin, dua kali sehari.

"Tepat seminggu kemarin, kami dikabari untuk negosiasi harga. Alhamdulillah deal dengan harga Rp 100 juta, dan dilanjutkan dengan penandatangan MoU," jelasnya.

Baca juga: Sejumlah Harga Bapok di Jombang Alami Kenaikan Jelang Idul Adha 2026

Selain itu, sapi itu juga diberikan vitamin khusus selama dirawat di kandang tersebut. Vaksinasi PMK turut diberikan secara terjadwal. "Vitamin dan vaksin juga rutin kami berikan. Supaya daya tahan tubuhnya bagus, tetap sehat dan nantinya aman dikonsumsi," ungkapnya. bl-01/dsy 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru