SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai langkah strategi menekan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKIB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas kesehatan (Dinkes) setempat menggelar Workshop Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diikuti ratusan Pasangan suami istri (Pasutri),
Dalam kegiatan tersebut turut memberikan pembekalan penguatan kapasitas manajemen Klinis, Pemanfaatan teknologi pemantauan kehamilan serta standarisasi prosedur rujukan darurat agar tidak terjadi keterlambatan penanganan di lapangan, sekaligus dilaksanakan Launching Si Jamil (awaSi dan Jaga ibu haMil) sebagai upaya Magetan Zero AKIB.
Baca juga: Genjot Kunjungan Wisatawan, Disbudpar Magetan Gencarkan Promosi Wisata Selama Masa Liburan
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengaku sesuai dengan fokus utama program daerah yakni Fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat dirinya melalui Dinas Kesehatan akan terus mengintervensi para ibu yang mengandung agar rajin memeriksakan kondisi kesehatannya.
Baca juga: Pemkab Magetan Gencarkan Pengadaan ‘Rubuha’ untuk Tekan Hama Tikus
“Harus rutin memeriksakan kehamilan paling sedikit enam kali pemeriksaan dan USG dua kali. Baik di Posyandu di desa maupun Postu dan sarana kesehatan di Magetan lainnya,“ kata Bupati Nanik, Senin (25/05/2026).
Diketahui, berdasarkan data tiga tahun terakhir trend resiko kesehatan ibu hamil meningkat, diantaranya penyakit hipertensi hingga pendarahan pasca melahirkan. Sehingga, dengan adanya gerakan Si Jamil dapat menjadi pengingat agar kita mengawasi dan menjaga ibu hamil
Baca juga: Optimalkan Arus Lalu Lintas, Dishub Magetan Kaji Pemfungsian Kembali Jalan Timur MP
“Kita undang ibu dan suami untuk bisa mendengarkan langsung dari para narasumber jadi agar pemahaman pentingnya menjaga ibu hamil dengan sehat sampai kelahiran,“ jelas Kepala Dinkes Magetan dr Rohmat Hidayat. mg-02/dsy
Editor : Redaksi