Akademisi Pilihan Jokowi, Digusur Wartawati Senior

Reporter : Redaksi

SURABAYAPGI.COM : Dadan Hindayana, tak panjang menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia resmi diangkat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 19 Agustus 2024. Praktis kurang dua tahun. Ia dilantik oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 94/P Tahun 2024.
            Defacto dan dejure, sejak Selasa malam, untuk menggantikan posisi Dadan, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Prabowo juga menunjuk Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil BGN yang baru.
            Nanik mengaku akan memastikan anak-anak Indonesia mendapat gizi yang baik dari MBG.
Dia juga mengatakan berupaya untuk membangkitkan ekonomi rakyat lewat MBG.
            "Untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat gizi terbaik, serta membangkitkan ekonomi rakyat," kata perempuan yang dikenal pula sebagai pendukung Prabowo saat kontestasi pilpres lalu.
Nanik juga tak lupa meminta dukungan masyarakat, dan berharap bisa menjalankan tugas dengan baik .
            "Selanjutnya Presiden memutuskan mengangkat sudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional baru, kemudian Agustina Arum Sari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional baru," kata Mensesneg Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa semalam (2/6/2026).
            Dikutip dari akun Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang lahir 3 Januari 1968 . Ia adalah seorang wartawati dan politikus Indonesia kelahiran Madiun, Jawa Timur Ia memulai karier sebagai wartawati dari Tabloid Bangkit. Pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sekaligus diberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
            Sementara, Agustina Arumsari yang lahir 9 Oktober 1970 adalah seorang birokrat, ekonom senior, dan auditor. Gelar Agustina Arumsari, Ak., M.H., CFE, CFrA, CA, QIA, CGCAE, CIAE, CRP, CREL, CGRE, FRMP Agustina mengawali kariernya sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat. Dalam perjalanan kariernya di BPKP, Agustina pernah menjabat sebagai Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah (2017), Direktur Investigasi III (2019), dan Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi (2020).
            Dikutip dari akun BPKP, pada tanggal 19 Februari 2025, Agustina Arumsari dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
            Sedang Mayjen TNI Trenggono adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang resmi ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
Trenggono, Lahir pada 21 November 1969. Trenggono merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 dari kecabangan Infanteri/Kopassus.
            Sebelum menjabat di BGN, ia pernah menduduki posisi Direktur Umum Akmil Magelang (2023–2024), Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad, hingga Staf Khusus Panglima TNI.
Sebelum turun gunung mengurus program gizi nasional, ia mengemban tugas sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

 


Prabowo Copot Dadan Hindayana
            Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Keputusan Prabowo disampaikan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).
            "Untuk selanjutnya Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru," kata Prasetyo.
            Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. Nanik S Deyang, merupakan eks jurnalis Tabloid Bangkit. Nanik kemudian aktif di dunia politik dan pemerintahan. Namanya dikenal luas sebagai salah satu tokoh yang berada di lingkaran pendukung Prabowo Subianto sejak Pilpres 2019.
            Setelah terpilihnya Prabowo sebagai Presiden di tahun 2024, Nanik dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode tahun 2024-2029. Selain itu, ia pada 12 Juni 2025, diangkat menjadi Komisaris Independen Pertamina.

Back Ground Dr. Ir. Dadan Hindayana
            Sementara Dr. Ir. Dadan Hindayana, sejak 1992, ia mengabdi sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University. Ia pernah menjadi konsultan lintas kementerian, termasuk di Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan.
            Kepala Badan Gizi Nasional: Ia dilantik oleh Presiden ke-7 Joko Widodo pada Agustus 2024 untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Dan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Juni 2026 setelah melalui serangkaian evaluasi kinerja. Dadan, aktif dalam berbagai organisasi seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan berbagai komunitas golf, Dadan terus memperluas jejaring pengabdiannya.

Daftar Pejabat Jokowi Dicopot
Ini susunan pimpinan Badan Gizi Nasional: Kepala BGN: Nanik S Deyang Wakil Kepala BGN: Agustina Arum Sari Wakil Kepala BGN.
            Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pergantian pimpinan BGN tak mengganggu program makan bergizi gratis (MBG).
            "Pemerintah sekali lagi menegaskan pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita dalam menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) yang dilaksanakan Badan Gizi Nasional," kata Pras.
            Pemerintah berharap pergantian kepemimpinan di BGN menjadi momentum untuk semakin memperkuat kualitas pelayanan Program MBG. Ia menilai program tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan sekaligus pembangunan sumber daya manusia.
            "Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan makan bergizi gratis agar dapat berjalan dengan sebaik baiknya sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita dan sekaligus sebagai pengejawantahan manifesto untuk kemanusiaan, pengejawantahan manifesto keberpihakan," ujarnya.
            Tercatat daftar tokoh utama eks era Jokowi yang digusur atau terkena perombakan oleh pemerintahan Prabowo. Ada Sri Mulyani. Ia dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan di tengah perombakan kabinet menyusul evaluasi kebijakan fiskal dan masalah dinamika politik.
Lalu, Budi Arie. Ia Dicopot dari posisi Menteri Koperasi yang baru saja ia emban.
Juga Budi Gunawan. Pati Polri ini diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam).
            Ada Dito Ariotedjo. Ia Tidak lagi dipertahankan di kabinet pada reshuffle awal pemerintahan.
Termasuk Tom Lembong (Thomas Trikasih Lembong). Mantan Menteri Perdagangan era Jokowi yang sempat ditetapkan sebagai tersangka korupsi impor gula oleh Kejaksaan Agung namun diberikan abolisi (pengampunan) oleh Presiden Prabowo Subianto.
            Selain perombakan tersebut, beberapa eks menteri Jokowi lainnya juga terkena kasus hukum seperti korupsi yang diselesaikan di era setelahnya, termasuk di antaranya Johnny G. Plate (Menkominfo), Juliari Batubara (Mensos), dan Syahrul Yasin Limpo (Mentan). n erc, jk, rmc

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru