SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat menyebut program Makan Bergizi Gratis membantu daerah dalam pencegahan stunting. Pasalnya, program tersebut merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini juga menyasar ribuan ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD (3B).
"Jadi, dengan adanya program MBG ini sangat membantu untuk menekan dan sekaligus pencegahan stunting di Situbondo," ujar Kepala DP3AP2KB Kabupaten Situbondo Imam Hidayat, Kamis (04/06/2026).
Baca juga: Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan
Lebih lanjut, diketahui hingga Mei 2026 ada sebanyak 6.202 orang ibu hamil dan ibu menyusui serta balita non-PAUD telah menerima makan bergizi gratis yang tersebar di sejumlah kecamatan. Dengan rincian, ibu menyusui yang telah mendapatkan makan bergizi gratis dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yakni sebanyak 2.748 orang, ibu hamil 1.005 orang dan balita non-PAUD sebanyak 2.449 orang.
Baca juga: Operasional SPPG di Banyuwangi Tetap Berjalan Normal di Tengah Kritik MBG
"Yang mendapatkan makan bergizi gratis untuk ibu menyusui dan ibu hamil serta balita non-PAUD tersebut merupakan berisiko stunting, dan dengan memperoleh MBG harapannya gizi mereka terpenuhi," kata Imam Hidayat.
Baca juga: Tekan Angka Stunting, Pemkot Surabaya Gencarkan Program BWSE Jilid V
Oleh karena itu, DP3AP2KB Situbondo terus berkoordinasi dengan pengelola dapur umum MBG di wilayah itu karena masih ada ibu menyusui, ibu hamil dan balita non-PAUD yang belum menerima makan bergizi gratis. Serta dengan memberikan pendamping keluarga atau TPK yang terdiri dari tenaga kesehatan tingkat desa, kader PKK dan kader keluarga berencana (KB) yang yang berisiko stunting sekaligus melakukan pendataan untuk diusulkan mendapatkan MBG. st-01/dsy
Editor : Redaksi